
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi mengumumkan berakhirnya misi wahana antariksa MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution) pada Sabtu (6/6/2026). Keputusan ini diambil setelah upaya pemulihan selama enam bulan gagal menyusul hilangnya kontak secara misterius dengan wahana pengorbit tersebut.
Peristiwa hilangnya sinyal bermula pada 6 Desember 2025, saat MAVEN melakukan manuver okultasi terjadwal di belakang planet Mars. Namun, setelah durasi 20 hingga 30 menit berlalu, wahana tersebut tidak pernah muncul kembali di radar Deep Space Network.
Kronologi dan Analisis Kegagalan
Manajer Proyek MAVEN di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Mike Moreau, menyatakan bahwa tidak ada indikasi masalah teknis pada minggu-minggu sebelum kejadian. Namun, analisis mendalam terhadap sisa data radio mengungkap adanya anomali fatal sesaat setelah wahana muncul dari balik Mars.
Dewan peninjau anomali menemukan bahwa MAVEN sempat memasuki “mode aman” dan berputar tidak terkendali pada kecepatan 2,7 rotasi per menit. Kecepatan rotasi yang tinggi ini menyebabkan panel surya tidak mampu menangkap sinar matahari secara optimal, yang berujung pada habisnya daya baterai total dan matinya seluruh sistem komunikasi.
Data Teknis Misi MAVEN:
- Nilai Investasi: 582 juta dolar (Mata Uang Rupiah: sekitar Rp10,5 miliar).
- Durasi Misi: 11 tahun (Diluncurkan November 2013, mengorbit sejak September 2014).
- Kontak Terakhir: 6 Desember 2025.
Warisan Satu Dekade di Planet Merah
Meskipun awalnya hanya dirancang untuk misi satu tahun, MAVEN berhasil beroperasi selama lebih dari satu dekade. Wahana ini memberikan kontribusi besar dalam memahami transformasi Mars dari planet yang basah menjadi gersang melalui studi pengikisan atmosfer oleh angin matahari.
Selain menghasilkan lebih dari 800 publikasi ilmiah, MAVEN memegang peran vital sebagai jembatan komunikasi bagi robot penjelajah di permukaan Mars, seperti Curiosity dan Perseverance. Tanpa MAVEN, jaringan transmisi data dari permukaan Mars ke Bumi kehilangan salah satu elemen krusialnya.
NASA kini telah memulai proses penonaktifan administratif untuk misi tersebut. Meski sudah tidak berfungsi, wahana MAVEN diprediksi akan tetap berada di orbit Mars sebagai sampah antariksa selama 50 hingga 100 tahun ke depan sebelum akhirnya jatuh ke atmosfer planet tersebut. (NASA/Z-10)
