Terdampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah, Harga Kedelai Impor di Cianjur Melonjak
TERDAMPAK: Perajin memproduksi tempe cukup terdampak naiknya harga kedelai impor yang mencapai Rp16 ribu per kilogram.(MI/Benny Bastiandi)

HARGA komoditas kedelai impor di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpantau melonjak. Kondisi itu dipicu dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hari ini nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.981 per dolar AS.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Ivan Feriadi Rahman, mengatakan saat ini harga kedelai impor di kisaran Rp16 ribu per kilogram. Penaikannya cukup signifikan mengingat harga awal berkisar Rp13 ribu-Rp14 ribu per kilogram.

“Harga kedelai impor memang naik signifikan. Ini salah satu dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Ivan, Rabu (3/6).

Ivan menyebutkan, penaikan harga kedelai impor terjadi secara bertahap. Penaikannya terjadi kurun dua pekan terakhir.

“Sekitar dua mingguan mulai terpantau naik,” ujarnya.

Selain kedelai impor, terdapat komoditas lain yang harganya terpantau naik. Antara lain cabai merah keriting dengan harga rata-rata Rp51.400 per kilogram, cabai rawit merah Rp67.400 per kilogram, daging sapi Rp148.000 per kilogram, dan gula pasir Rp18.500 per kilogram.

Harga berbagai komoditad itu masih di atas harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP). “Termasuk minyak goreng MinyaKita kisaran Rp20.100 per liter. Harganya masih di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter,” ungkapnya.

Pemantauan harga dilakukan secara rata-rata di lima pasar di Kabupaten Cianjur. Secara umum, per Rabu (3/6), harga komoditas bahan pangan menunjukkan kecenderungan menurun, terutama pada kelompok hortikultura. 

“Penurunan harga tercatat pada cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, ikan teri, jagung pipilan, serta beberapa komoditas lainnya. Sementara kenaikan terbatas terjadi pada beras medium, telur ayam ras, minyak goreng premium, dan daging sapi sandung lamur,” pungkas Ivan. (BB/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *