
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan warga agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di lingkungan tempat tinggal. Itu disampaikan setelah meninjau kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini (2/6).
Rano mengatakan sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi di Jakarta selama ini dipicu oleh korsleting listrik. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Berdasarkan survei kita, hampir 95 persen kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” kata Rano di Kebon Kosong, Selasa (2/6).
Menurut Rano, kebakaran yang terjadi di permukiman padat kebon kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran masih tinggi di kawasan permukiman padat yang memiliki jaringan listrik kompleks dan bangunan berdempetan.
Pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 304 bangunan dan 354 kepala keluarga (KK), dengan total 679 jiwa terdampak. Dari jumlah itu, terdapat 326 laki-laki dan 353 perempuan.
Kelompok rentan yang terdampak juga cukup besar, terdiri atas 35 lanjut usia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, enam anak usia SMP, 22 remaja usia SMA/SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.
Untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi, Pemprov DKI telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara di Lapangan Yusuf Hamka. Berbagai fasilitas darurat juga telah disediakan untuk mendukung aktivitas para penyintas selama masa tanggap darurat.
“Seperti yang teman-teman lihat, kami sudah menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka lengkap dengan posko kesehatan, dapur umum, hingga layanan dukungan psikologis bagi anak-anak,” ujar Rano.
Selain itu, Dinas Sosial DKI Jakarta telah menyalurkan berbagai bantuan logistik mulai dari makanan siap saji, matras, hingga kebutuhan dasar lainnya. Pemprov juga menyalurkan paket bantuan sandang dan pangan natura untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Rano berharap kebakaran di Kemayoran menjadi pelajaran bagi seluruh warga Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik rumah tangga. “Mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir. Masyarakat juga harus menjaga lingkungannya. Kalau kejadian seperti ini terus berulang, tentu akan menjadi kerugian bagi kita semua,” pungkasnya. (H-4)
