Belajar dari Kasus BRIN, Ini Tips Cegah Kesalahan Desain Poster Garuda Pancasila
Ilustrasi(Instagram/@brin_indonesia)

Kesalahan teknis dalam pembuatan poster ucapan Hari Lahir Pancasila oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sorotan publik. Ketidaksesuaian jumlah helai bulu pada lambang Garuda Pancasila memicu diskusi mengenai pentingnya akurasi visual dalam komunikasi kenegaraan, terutama di era penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang masif.

Agar kesalahan serupa tidak terulang, tim kreatif maupun instansi pemerintah perlu memahami pakem filosofis dan teknis yang mengatur Lambang Negara Indonesia.

Aturan Baku Jumlah Bulu Garuda Pancasila

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, setiap bagian pada Garuda Pancasila memiliki angka spesifik yang melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Berikut adalah rinciannya:

  • 17 helai bulu pada masing-masing sayap (melambangkan tanggal 17).
  • 8 helai bulu pada ekor (melambangkan bulan 8 atau Agustus).
  • 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor (melambangkan angka tahun 19).
  • 45 helai bulu di leher (melambangkan angka tahun 45).
Catatan Penting: Kesalahan pada poster BRIN yang menampilkan 15-16 bulu sayap dan 7 bulu ekor menunjukkan pengabaian pada detail historis ini, yang sering kali terjadi jika desainer menggunakan aset visual hasil generate AI tanpa penyuntingan manual.

Tips Menghindari Kesalahan Desain Lambang Negara

1. Gunakan Aset Vektor Resmi

Hindari mencari gambar Garuda melalui mesin pencari gambar secara acak atau menggunakan hasil generate AI mentah. Instansi pemerintah sebaiknya memiliki brand guidelines yang menyimpan file vektor (SVG atau AI) resmi yang sudah terverifikasi jumlah bulunya.

2. Waspadai Halusinasi AI

Artificial Intelligence sering kali mengalami “halusinasi” saat membuat detail repetitif seperti helai bulu. Jika menggunakan AI untuk elemen latar belakang, pastikan objek utama seperti Lambang Garuda tetap menggunakan aset manual yang ditempelkan (overlay) secara presisi, bukan hasil kreasi AI sepenuhnya.

3. Prosedur Verifikasi Berjenjang (Quality Control)

Setiap konten publikasi harus melalui tahap pemeriksaan oleh editor visual atau bagian humas. Gunakan checklist sederhana:








Bagian Garuda Jumlah Wajib Status Cek
Sayap Kiri & Kanan Masing-masing 17
Ekor 8
Pangkal Ekor 19
Leher 45

4. Perhatikan Arah Kepala dan Perisai

Selain jumlah bulu, pastikan kepala Garuda menoleh lurus ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda). Pastikan pula urutan lambang sila pada perisai tidak tertukar dan pita “Bhinneka Tunggal Ika” tertulis dengan benar tanpa kesalahan tipografi.

Kesimpulan

Lambang Negara bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol kedaulatan yang memiliki dasar hukum kuat. Ketelitian dalam menghitung jumlah helai bulu adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa. Bagi instansi seperti BRIN, integrasi antara teknologi (AI) dan verifikasi manual manusia (Human-in-the-loop) adalah kunci utama agar pesan nasionalisme tidak tercederai oleh kesalahan teknis.

FAQ Kesalahan Desain Lambang Negara


Apakah boleh memodifikasi warna Garuda?

Warna emas adalah standar untuk Garuda Pancasila. Penggunaan warna monokrom biasanya diperbolehkan untuk kebutuhan cetak tertentu, namun bentuk dan jumlah bulu tetap tidak boleh diubah.


Mengapa AI sering salah menggambar Garuda?

Model AI bekerja berdasarkan pola statistik, bukan pemahaman hukum atau sejarah. AI mungkin melihat “banyak bulu” sebagai pola, namun tidak memahami bahwa jumlah tersebut harus tepat 17, 8, 19, atau 45.




Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *