
SETELAH munculnya aksi protes warga melakukan Randublatung, Blora dengan melakukan penanaman pisang di Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora akibat mengalami kerusakan berat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan jalan tersebut secepat mungkin.
Pemantauan Media Indonesia Senin (1/6) puluhan pohon pisang masih terlihat tertanam di jalan provinsi ruas Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora, warga di sepanjang jalan menghubungkan dua kecamatan pada Minggu (31/5) kesal dan protes karena sudah cukup lama jalan rusak cukup parah tidak kunjung diperbaiki.
Tidak hanya itu, kemarahan warga Randublatung, Blora dilanjutkan aksi menanam pohon pisang di jalan provinsi tersebut, dipicu pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Rembuk Pembangunan di Kudus pada Selasa (26/5) lalu, bahwa jalan tersebut tidak menjadi prioritas perbaikan karena selain jarang ada kendaraan melintas dan keterbatasan anggaran.
“Kami ini juga pembayar pajak, penyataan Ahmad Luthfi tersebut tidak selayaknya disampaikan selaku Gubernur Jawa Tengah yang terasa menganaktirikan warga di daerah,” kata Rosyid, seorang warga Randublatung, Blora.
Jalan provinsi ini, demikian Amin,warga lainnya merupakan tanggung jawab Pemrov Jawa Tengah, sehingga selaku Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah mempertunjukkan kepemimpinan yang buruk, karena sengaja melakukan pembiaran terhadap kerusakan infrastruktur yang menjadi tanggungjawabnya.
Menanggapi aksi protes tersebut, Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) memberikan kepastian perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora secepatnya dengan menyiapkan anggaran Rp5,276 miliar pada 2026 ini sudah memasuki tahapan pelelangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan berdasarkan perhitungan awal, anggaran Rp5,276 miliar tersebut dialokasikan untuk menangani perbaikan ruas jalan yang rusak berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.
“Kita segera lakukan perbaikan dan kini sudah masuk masa lelang, sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” ujar Henggar Budi Anggoro Senin (1/6).
Menurut Henggar Budi Anggoro pada 2025 lalu ruas jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer yakni di Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan dengan anggaran Rp19,92 miliar, bahkan Pemprov Jawa Tengah juga telah menggelontorkan miliaran rupiah untuk perbaikan jalan provinisi di Kabupten Blora.
Berdasarkan data 2025-2026, lanjut Henggar Budi Anggoro, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45,86 miliar untuk memperbaiki jalan provinsi di Kabupaten Blora sepanjang 101,5 kilometer, juga pemerintah provinsi menempuh upaya melalui usulan penanganan ruas jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Pada usulan melalui IJD, demikian Henggar Budi Anggoro, terdapat sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora akan diusulkan masuk dalam program, melalui Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp46,6 miliar untuk percepatan penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu. “Kita berharap segera terealisasi,” imbuhnya. (H-2)
