Polisi Selidiki Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
Proses evakuasi 4 korban merupakan satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di tenda obyek wisata di Temanggung.(Akhmad Safuan/MI)

KEPOLISIAN masih terus mendalami penyebab kematian satu keluarga di dalam tenda glamping Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung. Meski dugaan awal mengarah pada keracunan makanan, petugas masih menunggu hasil medis formal untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Kamis (28/5) malam, suasana duka mendalam masih menyelimuti Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Keempat jenazah satu keluarga tersebut telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Identitas para korban diketahui adalah Muhamad Ali Munawar, 52, Maghfirah, 43, Bagas Amar Hakiki, 21, dan Alvino Evan Hakim 16.

Muhamad Faerudin, 50, sepupu almarhum Muhamad Ali Munawar, menyatakan pihak keluarga saat ini hanya bisa menunggu hasil resmi dari kepolisian.

“Kami masih menunggu hasil visum dan otopsi untuk mengungkap penyebab kematian empat orang yang merupakan satu keluarga itu,” ujarnya di rumah duka.

Keluarga tersebut dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan mereka. Ali Munawar dan istrinya merupakan pedagang di Pasar Lanang Ambarawa. Sebelum berangkat berwisata ke Temanggung, mereka sempat menitipkan hewan kurban. Bahkan, putra sulung mereka, Bagas Amar Hakiki, dijadwalkan akan melangsungkan wisuda di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Agustus mendatang.

Polda Jateng Turunkan Tim DVI dan Labfor

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan intensif. Walaupun ada dugaan sementara terkait keracunan makanan, polisi tidak ingin berspekulasi sebelum ada bukti ilmiah yang kuat.

Langkah Penyelidikan Kepolisian:

  • Pengerahan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng untuk otopsi di RSUD Temanggung.
  • Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Bidang Labfor Polda Jateng.
  • Analisis sisa makanan dan sampel medis untuk menentukan sumber penyebab kematian.

“Dari analisis ini akan dapat diketahui penyebabnya, apakah benar karena keracunan, apa sumber makanannya, atau ada penyebab lain,” ungkap Artanto. Saat ini, jajaran Polres Temanggung bersama tim ahli dari Polda Jateng masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan guna mengungkap misteri kematian keluarga pedagang asal Ambarawa tersebut. (H-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *