
PENUMPUKAN sampah kembali terjadi di sejumlah pasar dan tempat pembuangan sampah sementara di Kota Bandung. Libur panjang menjadi salah satu faktor yang menyebabkannya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak bisa membiarkan Pemerintah Kota Bandung bekerja sendiri. Gubernur Dedi Mulyadi dan Sekda Jabar Herman Suryatman pun turun ke sejumlah pasar untuk melakukan penanganan darurat.
“Tumpukan sampah yang masih terjadi di Kota Bandung diperkirakan mencapai 1.300 ton atau 1.600 meter kubik. Kita lakukan pembuangan langsung ke TPA Sarimukti,” ungkap Gubernur Dedi Mulyadi.
Salah satu lokasi yang ditangani Pemprov Jawa Barat ialah Pasar Ciwastra di Kecamatan Buahbatu. Tumpukan sampah mencapai 700 meter kubik atau 560 ton.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan pengangkutan sampah akan dilakukan selama 2-3 hari ke depan. Untuk itu dikerahkan 10 tronton, 4 truk dan 2 louder.
“Penanganan sampah di hulu akan diperketat, khususnya bagi warga masyarakat dan di pasar. Salah satu upayanya ialah mewajibkan pemilahan dan pengurangan sampah,” ujarnya.
Penting untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan mengidentifikasi sumber pembuangan ilegal. Solusi jangka panjang memerlukan penanganan sampah yang lebih ketat di sumbernya, bukan hanya pembersihan tumpukan, tapi perlu juga dilakukan secara komprehensif, termasuk penanganan pengelolaan sampah dan pasar.
Di Wilayah Kecamatan Buahbatu yang membuang sampah ke TPS Pasar Ciwastra ada 15 RW. Total ada 55 RW di wilayah itu dan sebagian besar telah melaksanakan pengelolaan sampah secara mandiri di wilayah masing-masing.
“Saatnya semua pihak bergerak bersama demi Bandung yang lebih bersih dan tertib,” ajak Herman. (SG)
