
TELEVISI pemerintah Iran melaporkan bahwa pihaknya telah memperoleh draf awal kerangka kerja kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait upaya penyelesaian konflik antara kedua negara.
Menurut laporan tersebut, draf yang disebut masih bersifat sementara itu memuat sejumlah poin utama, termasuk rencana pemulihan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz dan penarikan sebagian kekuatan militer AS dari kawasan sekitar Iran.
Dalam kerangka kerja itu, Iran disebut akan mengembalikan lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke kondisi normal seperti sebelum perang dalam waktu satu bulan.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat dikabarkan akan mencabut blokade laut terhadap Iran dan menghentikan gangguan terhadap kapal-kapal yang keluar masuk wilayah Republik Islam tersebut.
“Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mencabut blokade laut Iran dan menghentikan gangguan terhadap kapal-kapal yang melintas ke atau dari Republik Islam Iran,” demikian laporan televisi pemerintah Iran dilansir AFP, Kamis (28/5).
Sejak 13 April 2026, AS diketahui memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Sementara itu, Iran tetap menguasai Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis distribusi energi global. Berdasarkan draf tersebut, Iran akan tetap memegang kendali atas pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk melakukan pemeriksaan kapal dan mengenakan biaya layanan kepada kapal-kapal yang melintas.
Namun, komitmen itu disebut tidak berlaku bagi kapal militer. Laporan itu juga menegaskan Teheran belum menyetujui pembukaan penuh Selat Hormuz tanpa syarat. Mengenai keberadaan militer AS di kawasan, draf tersebut menyebut Washington telah memberikan komitmen kepada Republik Islam Iran terkait masalah ini.
Meski demikian, isi dokumen belum menjelaskan secara rinci apakah penarikan pasukan hanya berlaku untuk personel yang dikerahkan sebelum dan selama perang, atau juga mencakup pangkalan militer permanen AS di kawasan Teluk.
Laporan televisi pemerintah Iran itu menyebut setelah tercapai kesepakatan awal mengenai kerangka kerja, Teheran dan Washington akan memasuki tahap negosiasi selama 60 hari untuk membahas rincian lebih lanjut.
“Jika negosiasi mencapai kesepakatan akhir selama periode 60 hari tersebut, kesepakatan ini diharapkan akan disetujui melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan PBB,” demikian isi laporan tersebut.
Meski begitu, televisi pemerintah Iran menekankan bahwa draf yang beredar saat ini masih belum final dan dapat berubah sesuai perkembangan negosiasi antara kedua negara. (H-4)
