Regulasi Pemain U-23 Super League Dihapus Musim Depan, Kuota Asing Tetap
Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra(ANTARA/Zaro Ezza Syachnia)

PERUBAHAN signifikan bakal mewarnai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) melalui Direktur Kompetisi, Asep Saputra, mengonfirmasi bahwa regulasi wajib memainkan pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) akan dihapuskan.

Keputusan ini menandai berakhirnya aturan yang mewajibkan setiap klub menurunkan minimal satu pemain U-23 sebagai starter dengan durasi bermain paling sedikit 45 menit atau satu babak penuh.

“Ada perubahan di regulasi U-23-nya, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line up di 45 menit,” ujar Asep saat memberikan keterangan di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Minggu, usai laga final Elite Pro Academy (EPA) Super League U20.

Hasil Diskusi dan Pertimbangan Strategis

Penghapusan regulasi ini bukan tanpa alasan. Asep menjelaskan bahwa perubahan aturan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak berkepentingan di ekosistem sepak bola nasional.

“Dalam membuat regulasi ada fase mendengar, ada fase kita berdiskusi yang sesuai dengan apa namanya yang punya kompetensi, yang juga punya kepentingan di sana. Jadi sebetulnya proses ya, dan itu kemarin sudah kita presentasikan di depan,” tambahnya.

Meski aturan pemain muda mengalami perubahan, PT LIB memastikan tidak ada perombakan untuk kuota pemain asing. Regulasi pemain impor tetap mengacu pada aturan musim ini, saat klub diperbolehkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing.








Kategori Regulasi Ketentuan Musim Depan
Pemain U-23 Kewajiban 45 menit Dihapuskan
Pendaftaran Pemain Asing Maksimal 11 Pemain
Daftar Susunan Pemain (DSP) Maksimal 9 Pemain Asing
Pemain Asing di Lapangan Maksimal 7 Pemain secara bersamaan

Rencana Turnamen Tambahan dan Sinkronisasi Kalender

Selain fokus pada regulasi liga, PT LIB juga tengah mematangkan rencana penyelenggaraan turnamen tambahan yang akan berjalan beriringan dengan kompetisi liga. Hal ini sejalan dengan visi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk menambah jam terbang klub-klub Indonesia.

Asep mengakui pihaknya sedang melakukan sinkronisasi jadwal agar tidak terjadi bentrokan antara kompetisi domestik, turnamen baru, serta agenda internasional di level ASEAN maupun AFC.

PT LIB menegaskan bahwa penyusunan kalender kompetisi membutuhkan persiapan yang terukur untuk memastikan sinkronisasi antara Super League, Championship Series, dan turnamen pendukung lainnya.

Hingga saat ini, detail mengenai format dan nama turnamen tambahan tersebut masih dalam tahap penggodaan.

“Kami ingin memastikan sinkronisasi semua. Pada waktunya akan kami umumkan secara resmi,” pungkas Asep. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *