
PRESIDEN Prabowo Subianto saat berkunjung ke Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan keprihatinan atas tragedi pembunuhan keji yang menimpa Marsinah pada masa lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi jika nilai-nilai Pancasila dan konstitusi dijalankan secara murni dan konsekuen.
“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita didirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dipantau dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Sentilan untuk Aparat dan Pengusaha
Prabowo memberikan penekanan khusus pada peran aparat keamanan. Ia mengingatkan bahwa TNI, Polri, dan birokrat dibiayai sepenuhnya oleh rakyat, sehingga mandat utama mereka ialah melindungi rakyat, bukan sebaliknya.
Selain aparat, Prabowo juga menyinggung perilaku sebagian pelaku usaha yang hanya mengejar keuntungan besar dengan mengabaikan nilai kemanusiaan. Ia menilai praktik tersebut bertentangan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang mengedepankan asas kekeluargaan.
Sebagai solusi jangka panjang, Prabowo mengajak para pengusaha untuk membangun semangat Indonesia Incorporated. Konsep ini memandang negara sebagai satu korporasi besar di mana seluruh rakyat menjadi pemegang sahamnya.
“Seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa. Semua rakyat berhak atas kekayaan tersebut, dan semua pemimpin bertanggung jawab memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dengan segala kekuatan dan keberanian,” tegasnya.
Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional merupakan tindak lanjut dari usulan berbagai organisasi buruh. Prabowo mengaku merasa terhormat dapat memberikan pengakuan tertinggi negara kepada sosok yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia tersebut. (Ant/H-4)
