Singgung Nasib Ukraina, Putin Desak Armenia Pilih Uni Eropa atau Blok Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Laos di Kremlin di Moskow pada 9 Mei 2026.(Ramil Sitdikov/AFP)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin memperingatkan Armenia terkait ambisinya mempererat hubungan dengan Uni Eropa. Putin bahkan menyinggung “skenario Ukraina” saat meminta Yerevan menentukan arah geopolitiknya.

Dalam konferensi pers pada 10 Mei, Putin mengungkapkan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengenai kemungkinan Armenia mengajukan keanggotaan Uni Eropa.

Putin meminta Armenia segera menentukan pilihan antara bergabung dengan Uni Eropa atau tetap berada dalam Eurasian Economic Union (EAEU), blok ekonomi yang dipimpin Rusia. Ia bahkan menyarankan referendum nasional untuk memutuskan arah tersebut.

“Jika Armenia memilih Uni Eropa, mungkin diperlukan ‘perceraian cerdas dan saling menguntungkan’ dari EAEU,” kata Putin.

Ia juga mengaitkan langkah Armenia dengan narasi Kremlin mengenai perang di Ukraina. Putin menyebut konflik di Ukraina bermula dari upaya Kyiv mendekat ke Uni Eropa.

“Konflik itu dimulai karena aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa,” ujar Putin.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan Rusia dan Armenia dalam beberapa tahun terakhir. Pada 7 Mei lalu, Pashinyan secara terbuka mengatakan Armenia “bukan sekutu Rusia dalam isu Ukraina” dan tetap mengirim bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

Sejak Februari 2024, Armenia juga membekukan partisipasinya di Collective Security Treaty Organization (CSTO) setelah Rusia dinilai gagal memberikan bantuan militer saat konflik Nagorno-Karabakh.

Selain itu, Armenia pada 2023 meratifikasi Statuta Roma dan bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), lembaga yang sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin.

Meski Putin menyebut Rusia dan Armenia memiliki “hubungan khusus selama berabad-abad,” desakannya agar Armenia segera menentukan sikap memperlihatkan semakin lebarnya jarak politik kedua negara.

Armenia belakangan diketahui berupaya memperkuat hubungan keamanan dan ekonomi dengan negara-negara Barat di tengah perubahan konstelasi geopolitik kawasan Kaukasus. (Kyiv Post/B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *