
PT Jakarta International Container Terminal (JICT) membangun fasilitas air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana. Program ini menjangkau desa-desa di wilayah terpencil Tapanuli Selatan, Gayo Lues, dan Aceh Timur.
Fasilitas yang dibangun meliputi MCK, sumur bor/sumur cincin, dan sistem pipanisasi air bersih di beberapa titik terdampak. “Fokus kami memastikan masyarakat dapat kembali mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi yang menjadi fondasi utama pemulihan kesehatan dan aktivitas sehari-hari pascabencana,” ujar Direktur Administrasi JICT Henry Naldi di Aceh pada Jumat (8/5/2026).
Program bantuan difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat seperti pembangunan fasilitas MCK dan sarana pendukung tempat ibadah sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat di Garoga, Tapanuli Selatan. Selain itu pembangunan sumur bor, sumur cincin, dan jaringan pipanisasi juga dilakukan di Blangkejeren serta Penomon, Gayo Lues, untuk memastikan ketersediaan air bersih berkelanjutan.
Di Aceh Timur, JICT fokus pada pembangunan fasilitas MCK guna mendukung sanitasi dan kesehatan lingkungan warga. Sejumlah lokasi yang dijangkau merupakan daerah dengan akses terbatas pascabencana karena distribusi bantuan menghadapi kendala infrastruktur dan geografis.
Sebagai operator terminal peti kemas yang menjadi bagian dari rantai logistik nasional, JICT menilai keterlibatan dalam pemulihan wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung ketahanan masyarakat. “Pemulihan wilayah terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan jangka pendek, tetapi juga dukungan infrastruktur dasar yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Henry. (Ant/I-2)
