
JEROAN adalah bagian organ dalam hewan yang dikonsumsi sebagai makanan, bukan daging utamanya. Jeroan berasal dari bagian tubuh seperti hati, usus, paru-paru, ginjal, jantung dan babat.
Jeroan sering diolah menjadi berbagai hidangan karena memiliki rasa khas dan tekstur yang unik. Jeroan adalah bagian dalam tubuh hewan yang bisa dimakan, dan cukup populer dalam berbagai masakan, tetapi sebaiknya dikonsumsi dengan bijak agar tetap sehat.
1. Meningkatkan Kolesterol
Jeroan tinggi lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat.
2. Risiko Penyakit Jantung
Kolesterol tinggi dapat memicu penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
3. Memicu Asam Urat
Jeroan kaya purin yang dapat menyebabkan asam urat.
4. Gangguan Hati
Konsumsi berlebihan bisa membebani fungsi hati dalam menyaring racun.
5. Tekanan Darah Tinggi
Kandungan lemak dan kolesterol bisa berkontribusi pada hipertensi.
6. Risiko Obesitas
Kalori dan lemak tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan.
7. Penumpukan Racun
Jeroan berfungsi sebagai organ penyaring, sehingga bisa mengandung sisa racun jika tidak diolah dengan baik.
8. Gangguan Pencernaan
Bisa menyebabkan mual, diare, atau rasa tidak nyaman di perut jika dikonsumsi berlebihan.
9. Risiko Infeksi
Jika tidak dimasak matang, jeroan bisa mengandung bakteri atau parasit berbahaya.
10. Kelebihan Vitamin A
Beberapa jeroan tinggi vitamin A yang berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh.
11. Memperparah Penyakit Tertentu
Bagi penderita kolesterol tinggi, asam urat, atau penyakit jantung, jeroan bisa memperburuk kondisi.
Jeroan boleh dikonsumsi, tetapi harus dibatasi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan kolesterol dan asam urat. (Z-4)
Sumber: alodokter, hellosehat
