
KEPOLISIAN mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan tes urine, pengemudi tersebut dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba maupun alkohol.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Mujiyanto, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan telah dilakukan secara menyeluruh. “Itu (pengemudi) sudah diperiksa (tes urine), negatif. Sama alkohol sudah juga, negatif semua,” ujar Mujiyanto di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Kronologi Kecelakaan Beruntun
Insiden yang terjadi pada Jumat (23/10) sore tersebut bermula saat mobil BYD dengan nomor polisi B 1220 KDP melaju dari arah selatan ke utara. Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengemudi.
Berikut adalah urutan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut:
| Urutan Kejadian | Kendaraan/Objek Terdampak | Lokasi/Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Honda Brio (B 2967 NGY) | Ditabrak dari belakang di depan Win Hotel. |
| 2 | Honda Beat (A 3867 DD) | Pengemudi ojol (HS) terjatuh dan terlindas. |
| 3 | Wuling (B 1835 ERZ) | Sedang berhenti di sisi kiri jalan. |
| 4 | Bollard & Trotoar | Mobil naik ke trotoar hingga pembatas patah. |
| 5 | Mobilio & Toyota Navi | Sedang parkir di area Hotel Amaris. |
Kondisi Korban dan Status Pengemudi
Akibat kecelakaan ini, pengemudi ojek online berinisial HS (56) mengalami luka serius berupa patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka lecet. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Fatmawati.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sisa goresan aspal yang dalam serta serpihan kaca di sisi kiri jalan. Satu tiang pembatas trotoar (bollard) berwarna hitam juga dilaporkan patah akibat hantaman mobil listrik tersebut.
Terkait status hukum, pengemudi S saat ini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi menduga S kehilangan kendali karena kaget setelah menyenggol kendaraan lain, yang kemudian membuatnya membanting setir secara mendadak ke arah kiri. (Ant/I-1)
