BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Banjir Rob di NTB hingga 2 November 2026
Ilustrasi banjir rob.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena ini diprediksi berlangsung mulai 24 Oktober hingga 2 November 2026 akibat pasang maksimum air laut.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Tri Widiarto, menjelaskan bahwa wilayah yang berpotensi terdampak mencakup pesisir Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, hingga Bima. “Ketinggian pasang maksimum diperkirakan dapat mencapai dua meter,” ujar Tri di Mataram, Jumat (23/10).

Wilayah Terdampak di NTB

Berdasarkan data BMKG, berikut adalah rincian wilayah yang masuk dalam zona potensi banjir rob NTB:

  • Pulau Lombok: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
  • Pulau Sumbawa: Wilayah Sumbawa, Rhee, dan Labuhan Badas.
  • Wilayah Bima: Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

Tri menambahkan bahwa waktu pasang di wilayah Lembar diprediksi berlangsung pukul 21.00 hingga 02.00 WITA. Sementara itu, di wilayah Sape, pasang air laut diperkirakan terjadi pada pukul 22.00 hingga 05.00 WITA.

Penyebab Fenomena Astronomis

Potensi banjir rob selama sepekan ke depan dipicu oleh dua fenomena astronomis utama, yaitu fase Bulan Purnama pada 26 Oktober dan fenomena perigee pada 29 Oktober 2026. Perigee merupakan kondisi di mana posisi orbit Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi, yakni sekitar 364.407 kilometer.

“Kedua fenomena ini meningkatkan gaya gravitasi Bulan terhadap pasang surut air laut, sehingga menghasilkan rentang pasang yang lebih besar,” jelasnya. Fase Purnama sendiri akan mencapai puncaknya pada pukul 23.58 WIB, di mana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.

Imbauan Keselamatan

Selain ancaman rob, BMKG mencatat ketinggian gelombang laut di perairan NTB saat ini berkisar antara 0,5 hingga empat meter dengan kondisi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, bantaran sungai, serta daerah dataran rendah diimbau untuk tetap waspada dan siaga.

“Warga harus selalu waspada terhadap pasang maksimum yang berpotensi menjadi banjir rob guna meminimalisir dampak kerugian,” pungkas Tri. (Ant/H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *