
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga Sabtu (24/10) untuk memicu hujan di Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk mendukung kelancaran Jakarta Running Festival (JRF) pada 24–25 Oktober.
Pramono mengatakan, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak Kamis (22/10) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, terutama di wilayah perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan (Tangsel).
Namun, hujan masih terkonsentrasi di kawasan perbatasan karena awan potensial hujan belum bergerak ke wilayah Jakarta.
“Dari kemarin sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana sudah melakukan OMC, tepatnya di perbatasan Bogor dan Tangsel. Hanya memang awannya masih di sana, maka hujan terjadi di perbatasan,” kata Pramono di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (23/10).
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi hujan di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada sore hingga malam hari. Pramono berharap hujan dapat turun di kedua wilayah tersebut.
“Untuk malam ini, mudah-mudahan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat bisa turun hujan. Untuk besok, kita tetap melakukan modifikasi cuaca,” ujarnya.
Selain mengupayakan hujan, Pramono memastikan kondisi udara Jakarta dinilai cukup mendukung pelaksanaan JRF.
Ia menegaskan, kondisi udara yang belum sepenuhnya ideal bukan berarti kegiatan lari tersebut tidak dapat digelar.
“Yang jelas sekarang ini tidak ada efek dari kebakaran hutan yang ada di mana pun. Bahwa udara Jakarta belum sempurna? Iya. Tetapi untuk pelaksanaan Jakarta Running Festival ini sudah cukup untuk bisa dilakukan dengan baik,” kata Pramono.
Ia optimistis JRF pada 24–25 Oktober dapat berlangsung lancar dengan dukungan cuaca yang kondusif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun melanjutkan operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang hujan sekaligus mendukung kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung. (H-4)
