
PERSOALAN bencana mendapat perhatian Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 yang berlangsung di Bandung, 20-22 Oktober 2026.
Sorotan terhadap bencana menjadi salah satu poin dari 11 deklarasi yang disepakati bersama oleh lebih dari seribu insinyur dari 11 negara ASEAN peserta konferensi.
“Kami para insinyur di Asia Tenggara bersepakat untuk saling mendukung di masa bencana. Kami harus bangkit membangun kembali bersama apa pun yang dihancurkan oleh alam atau krisis,” papar Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie.
Pada penutupan pertemuan, Kamis (22/10) malam, para insinyur itu bersepakat menerbitkan 11 deklarasi yang menjadi acuan asosiasi insinyur di ASEAN untuk menciptakan asas kerja yang profesional dan bertanggung jawab. Deklarasi itu menjadi kesepakatan untuk bergerak bersama.
“Semangat kami para insinyur ialah semangat ASEAN. Kami merupakan saudara se Asia Tenggara yang terus berkomunikasi dan berbagi ide, agar kawasan ASEAN berkembang, menjadi kawasan ekonomi yang maju dan berkelanjutan. Sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di negara masing-masing,” lanjut Ilham, sesaat sebelum penutupan konferensi.
Adapun ke-11 deklarasi itu ialah :
1. Keinsinyuran untuk Masyarakat.
Kami menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik di atas segala kepentingan lainnya.
2. Integritas Tanpa Kompromi.
Kami menjunjung tinggi etika profesi kami dalam setiap desain, keputusan, dan kontrak.
3. Kesetaraan Antar-Bangsa.
Setiap anggota AFEO, besar maupun kecil, memiliki kedudukan yang setara, dan kami menyambut para insinyur dari Timor-Leste.
4. Solidaritas dalam Kesusahan.
Kami saling mendukung di masa bencana dan bangkit membangun kembali bersama apa pun yang dihancurkan oleh alam atau krisis.
5. Satu Komunitas Keinsinyuran ASEAN.
Kami akan mengubah pengakuan menjadi mobilitas, sehingga kompetensi dapat mengabdi di mana saja di wilayah kita.
6. Kesejahteraan Buatan ASEAN.
Di tengah gejolak tarif dan rantai pasok, kami akan membangun kapabilitas mandiri dalam industri, energi, dan logistik.
7. Transisi yang Adil dan Tangguh.
Kami akan merancang ASEAN yang rendah karbon dan tangguh iklim tanpa meninggalkan komunitas mana pun.
8. Teknologi Berhati Nurani.
Kami akan memastikan kecerdasan buatan (artificial intelligence) mengabdi pada kemanusiaan di bawah pertimbangan keinsinyuran yang dapat dipertanggungjawabkan.
9. Pengetahuan yang Dibagikan Secara Bebas.
Kami akan membagikan riset dan inovasi, sehingga terobosan satu bangsa menjadi kekuatan bagi seluruh kawasan.
10. Satu Profesi untuk Setiap Generasi.
Tidak ada minoritas dalam profesi kami; benar-benar inklusif tanpa diskriminasi gender, ras, etnis, agama, maupun usia.
11. Arsitek Masa Depan ASEAN.
Kami akan melangkah maju sebagai insinyur pemimpin, menjadikan keinsinyuran sebagai kekuatan strategis bagi ASEAN yang bersatu dan Global South yang percaya diri.
ISU DAN TANTANGAN
CAFEO ke-44 membahas berbagai isu dan tantangan keinsinyuran, dari kota berkelanjutan, energi bersih hingga potensi herbal sebagai teknologi pangan.
“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada CAFEO 44 kali ini pembahasan dan diskusi Working Group juga Technical Visit oleh para delegasi dilakukan di berbagai tempat khusus, sesuai dengan tema working group,” ungkap Ilham Akbar Habibie.
Pada kesempatan itu, peserta mengunjungi kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), PT KAI, PT Pindad, Museum Geologi, Balai Kota Bandung, PT Dirgantara Indonesia, PT Bio Farma, dan Bumi Herbal Dago.
Khusus di Bumi Herbal Dago, para peserta menjelajahi kebun koleksi tanaman obat tradisional khas Indonesia. Mereka melakukan diskusi seputar teknologi pertanian dan pangan.
Di lokasi ini, para ketua delegasi organisasi insinyur negara-negara ASEAN juga melakukan penanaman pohon di perbukitan Dago Pakar. Ini bentuk simbolis bahwa mereka memiliki semangat ‘menanam’ kemakmuran bersama dan tanggung jawab keberlanjutan dalam aktivitas keinsinyuran dan teknologi, sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Sementara itu, Chair CAFEO 44 dan Direktur Eksekutif PII, Santhi H Serad mengungkapkan dalam konferensi ini digelar 17 working group, 8 di antaranya dilakukan di luar tempat pertemuan di Hotel Pullman.
“CAFEO 44 di Bandung ini berbeda dengan sebelumnya karena program Working Group dan Technical Visit tidak hanya di dalam satu ruangan, tetapi juga bertempat di 8 lokasi khusus yang berbeda sesuai tema working group,” ungkapnya.
Dia mengakui kegiatan ini sangat spesial. Panitia ingin para peserta mendapatkan pengalaman langsung dari industri-industri yang ada di Kota Bandung.
Kesan positif pun datang dari sejumlah delegasi. President of Philippine Technological Council (PTC), Federico A Monsada mengatakan CAFEO merupakan acara tahunan yang selalu ditunggu-tunggu, khususnya di Indonesia.
Vice President of Institution of Engineers Malaysia Prof Tan Chee Fai mengaku terkesan dengan konferensi yang digelar di Bandung. “Kegiatan ini menjadi sangat berarti bagi kami,” paparnya.
GUBERNUR DAN WALI KOTA SAMBUT CAFEO
Sambutan baik atas digelarnya konferensi para insinyur ini juga datang dari pejabat daerah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya sangat memerlukan insinyur untuk menyelesaikan masalah warga yang bersifat jangka pendek atau dihadapi setiap hari.
Di antaranya ialah kemacetan dan banjir di Kota Bandung. Masalah seperti kemacetan di kota-kota di Jawa Barat tumbuh karena transportasi belum tertata dengan baik.
Ilham Akbar Habibie pun menyatakan pihaknya siap melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, salah satunya dalam sektor transportasi.
“Transportasi umum harus lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. ADa perubahan tapi harus tetap ada lapangan pekerjaan untuk para pengemudi angkot,” tandasnya.
Menurutnya, wahana tranportasi sendiri juga harus diubah menjadi wahana elektronik. Ada elektrifikasi pada angkot dan juga standarisasi.
Sementara itu, saat menyambut para delegasi di Pendopo Kota Bandung, Wali Kota Muhamad Farhan menyatkan Bandung sebagai kota yang tumbuh melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan teknik, serta perkembangan industri.
“Rekayasa dan inovasi memiliki peran penting dalam membentuk Bandung hingga menjadi salah satu pusat pendidikan dan teknologi di Indonesia. Bandung dibangun oleh para insinyur jalan,” paparnya.
Menuruty dia, para insinyur memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Para insinyur dapat memikirkan sesuatu yang secara teori tampak tidak masuk akal, kemudian menerapkan ilmu pengetahuan untuk mewujudkannya menjadi sesuatu yang bahkan lebih luar biasa,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para insinyur yang terus mengembangkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan solusi bagi tantangan di masa depan.
TAHUN DEPAN DI MALAYSIA
Pada penutupan CAFEO 44 juga disepakati IEM Malaysia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan CAFEO 45 pada 2027 mendatang di Kuala Lumpur.
Tahun depan, para delegasi sepakat memperkuat komitmen kolaborasi regional dalam menghadapi isu-isu strategis seperti mitigasi kebakaran hutan dan peningkatan program pengembangan kapasitas.
President of Institution of Engineers Malaysia (IEM) Yau Chau Fong mengaku sangat menikmati kegiatan di Bandung.
“Terima kasih PII atas rangkaian kegiatan acaranya. Tahun depan kami siap menyambut kedatangan teman-teman di Kuala Lumpur. Kami belajar dari penyelenggaraan CAFEO di Bandung,” paparnya.
Dia menekankan semangat yang dimiliki Ketua PII Ilham Akbar Habibie yang menekankan pentingnya insinyur berbuat sesuatu untuk ASEAN.
“Semangat inilah yang akan menjadi tema dan akan kami lanjutkan dalam CAFEO 45 di Malaysia,” tegasnya.
