2 Tewas dan 8 Terluka usai Serangan Drone dan Rudal Houthi Hantam Bandara Arab Saudi
Serangan rudal dan drone ke Bandara Dammam(Media Sosial X)

KELOMPOK Houthi dari Yaman mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah di Arab Saudi sejak Rabu malam. Pihak berwenang Arab Saudi mengonfirmasi salah satu serangan menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam, yang mengakibatkan dua orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengidentifikasi korban tewas di Bandara Dammam sebagai seorang warga negara Arab Saudi dan seorang warga negara India. Meski otoritas penerbangan tidak merinci jenis serangan yang terjadi, kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan pada Kamis, bandara tersebut merupakan salah satu target utama yang disasar menggunakan dron dan rudal dalam 48 jam terakhir.

Selain insiden di bandara, dua orang lainnya dilaporkan tewas pada Rabu pagi akibat puing-puing drone yang berhasil dicegat di Wilayah Timur Arab Saudi. Kementerian Energi Arab Saudi menyebutkan drone tersebut mencegat serangan yang mengincar fasilitas pengolahan milik perusahaan minyak negara, Aramco, di ladang minyak Shaybah. Serangan tersebut juga menyulut kebakaran pada sebuah kendaraan milik kontraktor. Korban tewas dalam insiden ini diidentifikasi sebagai warga negara Filipina dan Nepal.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, tidak mengklaim serangan di ladang minyak Shaybah. Namun, ia menyatakan selain Bandara Dammam, pihaknya juga menargetkan Gedung Kementerian Pertahanan Arab Saudi di ibu kota Riyadh, fasilitas Aramco di kota Yanbu di tepi Laut Merah, serta Bandara Internasional Abha di wilayah selatan.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman mengonfirmasi telah mencegat empat dron di atas Wilayah Timur pada Rabu malam. Empat dron tambahan lainnya juga berhasil dicegat di atas Provinsi Riyadh dan Madinah pada Kamis. Otoritas Arab Saudi mencatat sedikitnya 21 orang tewas akibat serangan Houthi ke bandara-bandara di Arab Saudi sejak awal Oktober. Salah satu serangan rudal paling mematikan terjadi di bandara internasional Riyadh pada 10 Oktober, yang menewaskan 13 orang dan melukai 308 lainnya.

Pihak Houthi menegaskan aksi gempuran ini merupakan balasan atas serangan udara Arab Saudi ke wilayah yang mereka kuasai di Yaman barat. Media yang dikelola Houthi melaporkan sedikitnya enam orang tewas dan 11 luka-luka akibat serangan udara dan artileri dalam 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan Houthi menyebutkan 155 warga sipil tewas sejak konflik kembali memanas tiga bulan lalu, sementara Kementerian Kesehatan pemerintah Yaman mencatat setidaknya 1.574 orang tewas dan lebih dari 256.000 jiwa mengungsi dalam periode yang sama.

Konflik Yaman bermula pada 2014 saat Houthi menggulingkan pemerintah resmi di Sanaa, yang kemudian memicu intervensi koalisi Arab Saudi pada 2015. Gencatan senjata informal yang telah bertahan selama empat tahun mulai runtuh pada Juli lalu setelah Houthi mengumumkan “embargo maritim” dan melancarkan serangan rudal serta dron ke infrastruktur vital Arab Saudi. eskalasi semakin meningkat menyusul pertempuran sengit di kawasan strategis Selat Bab al-Mandab serta beberapa wilayah seperti Taiz, Marib, al-Jawf, Dhale, dan Shabwa. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *