Prancis Siaga Maksimum Jelang Demonstrasi Nasional 24 Oktober
Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam demonstrasi Prancis.(Dok. ANTARA/Anadolu-Hesham Elsherif/pri.)

PEMERINTAH Prancis menetapkan status kewaspadaan maksimum menjelang demonstrasi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Langkah ini diambil menyusul gelombang protes sebelumnya yang berujung pada kerusuhan di sejumlah wilayah.

Menteri Delegasi untuk Kementerian Dalam Negeri Prancis, Jean-Didier Berger, menegaskan bahwa otoritas keamanan tidak akan mengambil risiko. “Kami berada pada tingkat kewaspadaan maksimum menjelang 24 Oktober,” ujar Berger dalam wawancara dengan stasiun televisi BFMTV, Kamis (22/10).

Peningkatan Personel dan Pengerahan Unit Khusus

Guna mengantisipasi eskalasi massa, pemerintah akan meningkatkan jumlah personel keamanan hingga 20 persen dibandingkan aksi yang terjadi pada 17 Oktober lalu. Kebijakan tegas juga diambil dengan membatalkan cuti seluruh personel keamanan dan memanggil kembali mereka yang sedang berlibur.

Selain kepolisian reguler, pemerintah akan mengerahkan kekuatan tambahan yang meliputi:

  • Pasukan Sentinelle: Unit militer yang dikerahkan untuk perlindungan wilayah domestik.
  • GIGN: Unit intervensi khusus dari militer Prancis.
  • RAID: Unit taktis khusus dari kepolisian nasional.

Berger juga menyatakan bahwa pemerintah membuka peluang untuk melarang demonstrasi serta kegiatan budaya dan olahraga jika situasi dinilai membahayakan keamanan publik dalam beberapa pekan ke depan.

Evaluasi Intelijen di Istana Elysee

Ketegangan ini dipicu oleh aksi protes pada 17 Oktober yang melibatkan Gerakan Rompi Kuning (Yellow Vests) dan kelompok mahasiswa. Demonstrasi yang menuntut penurunan biaya hidup dan harga bahan bakar tersebut berakhir ricuh, menyebabkan kerusakan pada gedung publik dan tempat usaha, hingga memaksa pemberlakuan jam malam di beberapa kota.

Kegagalan dalam mengantisipasi mobilisasi massa pada aksi sebelumnya membuat badan intelijen Prancis mendapat sorotan tajam. Merespons hal tersebut, Presiden Emmanuel Macron memanggil seluruh kepala badan intelijen ke Istana Elysee untuk melakukan koordinasi ketat.

Pertemuan keamanan tingkat tinggi tersebut juga dihadiri oleh Perdana Menteri Sébastien Lecornu dan jajaran menteri terkait guna memastikan kesiapan negara menghadapi potensi gangguan keamanan.

Agenda Protes Lanjutan

Selain demonstrasi pada 24 Oktober, tekanan terhadap pemerintah diperkirakan akan terus berlanjut. Serikat pekerja telah menyerukan pemogokan nasional dan aksi unjuk rasa besar-besaran yang dijadwalkan pada 5 November mendatang sebagai bentuk protes berkelanjutan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *