
ANALIS Saham Muhammad Nafan Aji menyatakan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai tertekan dalam beberapa waktu terakhir didorong oleh aksi rebound saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Nafan menjelaskan bahwa emiten plat merah di sektor perbankan, telekomunikasi, hingga pertambangan memberikan kontribusi dominan dalam menopang pergerakan indeks domestik.
“Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari kontribusi saham-saham BUMN yang mengalami rebound, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan,” ujar Nafan di Jakarta, Kamis (22/10).
Nafan merinci sejumlah saham BUMN yang mencatatkan kenaikan signifikan pada sesi pertama perdagangan, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,07%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 2,43%, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melesat 2,15%.
Selain sektor perbankan, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat naik 1,89%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 4,04%, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 2,89%.
Kenaikan emiten bertipikal big cap (kapitalisasi pasar besar) tersebut dinilai efektif menjaga stabilitas IHSG di tengah pemulihan kepercayaan investor pascapengumuman MSCI.
“Besarnya kontribusi BUMN terhadap IHSG juga perlu dilihat dari kapitalisasi pasar masing-masing emiten. Saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, serta TLKM memiliki peran strategis karena perubahan harga saham-saham tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks,” ungkapnya.
Nafan menilai performa positif emiten BUMN berpotensi menjadi katalis pemulihan pasar saham nasional apabila didukung akumulasi beli yang konsisten dari investor domestik maupun asing. Meski demikian, ia mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap mewaspadai stabilitas nilai tukar rupiah serta perkembangan pembahasan status pasar Indonesia oleh MSCI. (E-4)
