
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus memperkuat komitmen mereka dalam mendukung hilirisasi nikel di Indonesia melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan membuka kesempatan bagi generasi muda, khususnya dari Maluku Utara, untuk mengenal industri nikel secara langsung melalui program magang.
Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Seiring pesatnya perkembangan industri pertambangan, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis dan pemahaman operasional menjadi sangat krusial.
Mengenal Operasional Industri Secara Langsung
Sejak diluncurkan pada 2022, program magang ini telah menjadi wadah belajar bagi ratusan mahasiswa. Tercatat, kurang lebih 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia telah berpartisipasi. Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa sedang aktif menjalani program di berbagai unit kerja IWIP.
Selama masa magang, para peserta tidak hanya mengamati, tetapi juga melihat langsung penerapan ilmu akademik dalam operasional sehari-hari. Mereka diperkenalkan pada teknologi industri terkini, standar kerja internasional, serta prosedur keselamatan kerja yang ketat.
Berikut adalah ringkasan data program magang PT IWIP berdasarkan informasi perusahaan:
| Kategori Data | Keterangan |
|---|---|
| Tahun Dimulai | 2022 |
| Total Alumni Magang | ± 470 Mahasiswa |
| Peserta Aktif Saat Ini | 90 Mahasiswa |
| Jumlah Mitra Perguruan Tinggi | 11 Universitas |
Pengalaman Nyata Mahasiswa
Bagi mahasiswa lokal di Maluku Utara, program ini menjadi peluang emas untuk memahami industri yang beroperasi di wilayah mereka. Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester tujuh Teknik Sipil Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, membagikan pengalamannya saat ditempatkan di Departemen Mining, Divisi Infrastruktur.
“Selama kuliah, saya lebih banyak mendapatkan teori dan perhitungan. Saya ingin melihat bagaimana ilmu tersebut diterapkan ketika berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya,” ungkap Iwan.
Saat ini, terdapat 12 mahasiswa Unkhair yang tersebar di berbagai unit, mulai dari Bisnis Unit Pembangkit Listrik, Smelter Ferronickel, hingga Human Resources Development (HRD).
Selain aspek teknis, mereka juga ditempa untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mendalam mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Visi Jangka Panjang dan ESG
General Manager Human Resources IWIP, Rosalina Sangaji, menekankan bahwa kesiapan tenaga kerja harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri. Menurutnya, pengembangan SDM adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan ruang bagi generasi muda untuk mencoba dan belajar.
“Kami berharap pengalaman magang ini menjadi bekal karier mereka. Ketika kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan perusahaan, terbuka peluang besar untuk berkontribusi lebih jauh, termasuk menjadi bagian dari keluarga besar IWIP,” jelas Rosalina.
Program ini juga mencerminkan upaya IWIP dalam memperkuat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan pengembangan masyarakat. Dengan menjalin kolaborasi bersama 11 perguruan tinggi ternama di Indonesia, IWIP berupaya menciptakan ekosistem link and match yang berkelanjutan antara sektor pendidikan dan industri strategis nasional.
- Universitas Khairun (Unkhair)
- Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
- Poltekkes Kemenkes Ternate
- Universitas Hasanuddin
- Universitas Negeri Surabaya
- Politeknik Negeri Jember
- Universitas Brawijaya
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Diponegoro
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Padjadjaran
(Z-1)
