
TOKOH kedokteran regeneratif asal Indonesia, Deby Vinski, membawa gagasan strategis untuk membangun International Stem Cell & Longevity Centre di Chisinau, ibu kota Moldova. Proyek ini bertujuan mengembangkan layanan kesehatan preventif, precision medicine, dan inovasi bioteknologi berstandar global.
Melalui pengalaman internasionalnya sebagai Presiden World Council of Stem Cells (WOCS) dan World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM), serta pengembangan Celltech Stem Cell Centre di Jakarta, Deby ingin membuka peluang kolaborasi kesehatan antara Indonesia dan Moldova. Ke depan, proyek ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan universitas, rumah sakit, peneliti, dan investor internasional.
“Kita ingin membangun sesuatu yang bukan hanya bermanfaat bagi Moldova, tetapi juga dapat menarik pasien dan mitra internasional. Saya ingin Moldova dikenal sebagai salah satu destinasi longevity dan inovasi kesehatan di Eropa,” ujar Deby dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10). Rencana tersebut masih memerlukan studi kelayakan, kemitraan lokal, serta persetujuan regulasi terkait.
Deby melihat potensi besar di balik negara Eropa Timur ini. Ia meyakini bahwa Moldova dapat bertransformasi menjadi pusat bisnis dan layanan internasional layaknya Singapura, sekaligus menjadi destinasi eksklusif dengan kualitas hidup tinggi seperti Monako.
“Visi saya ialah melihat Moldova menjadi perpaduan antara Singapura dan Monako–negara yang makmur, indah, ramah investasi dengan layanan kesehatan dan longevity kelas dunia,” imbuh Deby.
Menurutnya, keterbukaan pemerintah Moldova dan kemudahan komunikasi dengan para pengambil kebijakan, termasuk Perdana Menteri, merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan investor global. Sebagai informasi, ia baru saja menerima Merit Award dari Pemerintah Republik Moldova atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral serta membuka peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Moldova.
Dalam kunjungan diplomatik tersebut, Deby diterima langsung Perdana Menteri Republik Moldova, Vesile Tofan, Menteri Luar Negeri Mihai Pospoi, serta jajaran Parlemen Moldova. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi di sektor investasi, kesehatan, teknologi medis, hingga pariwisata.
Selain sektor kesehatan, Deby menyoroti kekayaan budaya Moldova, terutama industri wine bersejarah yang memiliki koleksi terbesar di dunia di Milestii Mici. Ia mengajak para pengusaha Indonesia untuk menjajaki berbagai peluang investasi di Moldova, antara lain:
- Healthcare & Longevity: Rumah sakit dan pusat kedokteran regeneratif.
- Property & Hospitality: Pengembangan hotel dan kawasan wisata premium.
- Agribisnis: Perdagangan wine dan industri makanan.
- Teknologi: Riset bioteknologi dan pendidikan digital.
Sebagai jembatan investasi, para pelaku usaha di Indonesia dapat mengakses informasi awal dan penjajakan kerja sama melalui Konsulat Kehormatan Republik Moldova yang berkedudukan di Vinski Tower, Jakarta. (I-2)
