Fajar/Fikri Evaluasi Skema Permainan Usai Tersingkir di Prancis Terbuka 2026
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.(X @INABadminton)

LANGKAH ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus terhenti lebih awal di turnamen Prancis Terbuka 2026. Pasangan unggulan ketiga ini langsung tersingkir di babak pertama setelah kalah dari wakil Chinese Taipei, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin.

Bertanding di Grand Paris Arena, Paris, pada Rabu (21/10/2026), Fajar/Fikri menyerah dalam dua gim langsung dengan skor ketat 24-26 dan 13-21. Kekalahan ini menjadi catatan serius bagi pasangan yang baru saja menyabet gelar juara di Denmark Terbuka 2026 tersebut.

Hasil Pertandingan Babak Pertama French Open 2026:





Sektor Pertandingan Skor
Ganda Putra Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri vs Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin (TPE) 24-26 dan 13-21

Masalah Adaptasi dan Kelelahan Fisik

Fajar Alfian mengakui bahwa performa mereka hari ini jauh dari kata maksimal. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah adaptasi terhadap kondisi lapangan dan shuttlecock yang berbeda drastis dibandingkan turnamen sebelumnya di Denmark.

“Ini menjadi evaluasi kami ke depan bagaimana menyiasati back to back turnamen dengan kondisi di lapangan yang berbeda. Di Denmark kemarin bolanya kencang, tapi di sini agak lambat. Permainan kami kurang baik hari ini,” ujar Fajar melalui keterangan resmi PBSI.

Selain faktor teknis, kondisi fisik juga menjadi sorotan. Sebagai jawara Denmark Open 2026, Fajar/Fikri harus menguras energi hingga babak final pekan lalu, yang berdampak pada kebugaran mereka di Paris.

“Secara fokus dan kondisi memang sudah tidak 100 persen, tapi itu bukan alasan karena pemain lain juga merasakan hal yang sama, apalagi ada yang tampil di 3-4 turnamen berturut-turut,” tambah Fajar.

Kehilangan Fokus di Poin Kritis

Senada dengan Fajar, Muhammad Shohibul Fikri menyesalkan kegagalan mereka mengamankan gim pertama. Padahal, mereka memiliki peluang besar untuk mencuri keunggulan di penghujung laga yang berlangsung sangat ketat tersebut.

“Gim pertama seharusnya bisa mengambil poin, namun malah kehilangan fokus di penghujung laga. Di gim kedua, lawan bermain lebih safe dan lebih menekan. Beberapa kali kami menyerang namun tidak tembus,” pungkas Fikri.

Kekalahan ini memaksa Fajar/Fikri untuk segera pulang dan melakukan evaluasi menyeluruh guna menghadapi turnamen-turnamen berikutnya dalam kalender BWF 2026. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *