
SELERA artistik Cyndi Lauper selalu memancar dalam setiap aspek kehidupannya. Penyanyi di balik tembang hits “True Colors” yang kini berusia 73 tahun tersebut terus dicintai publik sebagai sosok di balik berbagai momen tak terlupakan dalam dunia musik dan busana.
Pelantun legendaris ini bermitra dengan rumah lelang Bonhams dalam acara lelang bertajuk “Cyndi Lauper: Suitcase of Memories”. Melalui lelang dua bagian ini, Lauper melepas koleksi dari empat dekade perjalanan kariernya, mulai dari pakaian, aksesori, memorabilia panggung, hingga perabot yang pernah menghiasi apartemennya di New York City.
Dalam wawancaranya bersama PEOPLE, Lauper mengungkapkan alasan di balik keputusan untuk membagikan arsip pribadinya kepada publik.
“Keseluruhan pameran ini bertujuan untuk menginspirasi orang-orang agar mengingat individualitas dan kesenangan, serta merangkul era di mana orang-orang, terutama kaum muda, bersikap sangat kreatif. Mereka melakukan hal-hal yang luar biasa, di mana musik rock and roll dan busana berjalan berdampingan,” ujar Lauper.
Ia menambahkan, “Apa yang ingin saya lakukan melalui pameran ini adalah menunjukkan apa yang sebenarnya telah kami lakukan, serta menginspirasi orang-orang, menginspirasi anak muda. Saya berpikir, ‘Beberapa dari barang-barang ini sangat keren.’ Tapi, maksud saya, saya tidak akan memakainya lagi.”
Meski menyadari usianya yang telah menginjak 73 tahun, Lauper menegaskan bahwa dirinya tetap memegang teguh identitas gaya hidupnya.
“Saya berusia 73 tahun. Namun saya tidak ingin terlihat konservatif, dan Anda tidak harus menjadi seperti itu. Saya rasa saya selalu suka merangkul gaya bohemian karena di sinilah para seniman hidup. Dari sinilah para kreator berasal,” ungkapnya.
Di antara sekian banyak koleksi yang dipamerkan, salah satu barang paling berkesan bagi Lauper adalah rok bahan kertas yang pernah ia kenakan dalam video musik “True Colors”. Barang bersejarah tersebut kembali ditemukan saat ia meninjau ulang arsip pribadinya untuk lelang Bonhams.
“Ketika saya menemukan rok kertas itu, saya menangis. Kami menghidupkannya kembali, saya dan Laura Wills, yang membantu saya mengurasi koleksi ini. Awalnya itu adalah manekin busana. Namun sekarang, kami menggunakan manekin busana yang sama sekali berbeda. Saya tidak dapat menemukan seluruh mutiaranya, tetapi saya menemukan kemeja yang dulu saya kenakan,” kenangnya.
Rangkaian acara lelang ini terbagi menjadi dua tahapan. Sesi pertama, “Cyndi Lauper: Suitcase of Memories Part I”, digelar secara langsung di New York pada 22 Oktober. Sementara itu, sesi kedua bertajuk “Cyndi Lauper: Suitcase of Memories Part II” berlangsung secara daring mulai 17 September hingga 23 Oktober, dengan menampilkan lebih dari 200 lot yang mencakup item mode, memorabilia hiburan, serta berbagai objek bernilai sejarah tinggi dari sang maestro. (People/Z-2)
