Misi MMX Jepang Bidik Phobos, Ungkap Misteri Asal-Usul Bulan Mars
Ilustrasi(Doc NASA)

Asal-usul Tata Surya masih menyimpan berbagai pertanyaan yang belum terjawab, termasuk bagaimana planet dan benda langit terbentuk miliaran tahun lalu. Salah satu objek yang berpotensi memberikan petunjuk adalah Phobos, bulan terbesar yang mengorbit Planet Mars.

Harapan untuk mengungkap misteri tersebut kini mendapat dorongan baru melalui misi Martian Moons eXploration (MMX) yang dikembangkan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA). Wahana ini diluncurkan pada 20 Oktober 2026 untuk mempelajari Phobos dan mengambil sampel material dari permukaannya sebelum membawanya kembali ke Bumi pada 2031.

Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA), misi ini dirancang untuk membantu ilmuwan memahami asal-usul Phobos dan Deimos, dua bulan yang mengorbit Mars. Penelitian terhadap material Phobos di laboratorium Bumi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terperinci dibandingkan pengamatan dari jarak jauh.

Phobos, Bulan Mars yang Menyimpan Misteri

Phobos merupakan bulan yang lebih besar di antara dua satelit alami Mars. Meski demikian, ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan Bulan yang mengorbit Bumi. Phobos memiliki bentuk tidak beraturan dengan dimensi sekitar 27 x 22 x 18 kilometer.

Bulan ini mengorbit Mars pada jarak sekitar 6.000 kilometer dari permukaan planet tersebut dan menyelesaikan satu putaran dalam waktu sekitar 7 jam 39 menit. Ukuran, bentuk, serta karakteristik orbitnya menjadi sejumlah petunjuk yang diteliti para ilmuwan untuk memahami sejarah pembentukannya.

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam jurnal Space Science Reviews pada April 2025 menjelaskan bahwa asal-usul Phobos masih belum dapat dipastikan. Data dari wahana Mars Express telah membantu peneliti mempelajari bentuk, massa, kepadatan, dan struktur bagian dalamnya. Namun, komposisi permukaan Phobos masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Ketidakpastian tersebut membuat para ilmuwan belum dapat memastikan bagaimana Phobos terbentuk dan apakah material penyusunnya berasal dari asteroid atau dari peristiwa yang melibatkan Mars pada masa awal sejarahnya.

Dua Dugaan tentang Asal-Usul Phobos

Secara umum, terdapat dua hipotesis utama yang digunakan untuk menjelaskan asal-usul Phobos dan Deimos.

Hipotesis pertama menyebutkan bahwa kedua bulan tersebut merupakan asteroid yang tertangkap oleh gravitasi Mars. Dalam skenario ini, benda langit yang sebelumnya bergerak di ruang angkasa masuk ke dalam pengaruh gravitasi Mars hingga akhirnya mengorbit planet tersebut.

Hipotesis kedua menyatakan bahwa Phobos dan Deimos terbentuk dari material yang terlontar ketika sebuah benda besar menghantam Mars. Material tersebut kemudian membentuk piringan puing di sekitar planet sebelum sebagian materialnya bergabung menjadi bulan.

Kedua hipotesis tersebut memiliki tantangan masing-masing dalam menjelaskan karakteristik Phobos dan Deimos saat ini. Karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui skenario yang paling sesuai dengan bukti ilmiah.

Penelitian terbaru juga terus mengembangkan kemungkinan lain mengenai proses pembentukan kedua bulan tersebut. Artinya, asal-usul Phobos belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan satu karakteristik atau hasil pengamatan.

Misi MMX Akan Mengambil Sampel Phobos

Misi MMX menjadi salah satu langkah penting dalam penyelidikan tersebut. Wahana yang diluncurkan menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, itu diperkirakan tiba di sekitar Mars pada Agustus 2027.

Setelah mencapai sistem Mars, wahana akan mempelajari Phobos dan Deimos melalui serangkaian pengamatan. Misi ini juga membawa wahana penjelajah kecil bernama IDEFIX untuk membantu memeriksa permukaan Phobos.

JAXA menargetkan pengambilan sedikitnya 10 gram material dari Phobos. Sampel tersebut direncanakan dibawa kembali ke Bumi pada 2031 untuk dianalisis lebih lanjut oleh para ilmuwan.

Pengambilan sampel secara langsung dinilai penting karena material yang dibawa ke laboratorium dapat diperiksa menggunakan instrumen yang lebih beragam dan terperinci. Analisis tersebut dapat membantu mengidentifikasi komposisi kimia serta karakteristik material yang sulit dipastikan hanya melalui pengamatan jarak jauh.

Petunjuk tentang Sejarah Awal Tata Surya

Penelitian terhadap Phobos tidak hanya berkaitan dengan sejarah Mars, tetapi juga dapat membantu ilmuwan memahami proses pembentukan benda-benda langit di Tata Surya.

Jika material Phobos memiliki karakteristik yang sesuai dengan asteroid tertentu, temuan tersebut dapat memperkuat dugaan bahwa bulan itu berasal dari benda langit yang tertangkap oleh gravitasi Mars. Sebaliknya, jika materialnya menunjukkan keterkaitan dengan batuan Mars, hasil tersebut dapat memberikan dukungan terhadap skenario pembentukan dari puing-puing akibat tumbukan.

Meski demikian, hasil analisis sampel nantinya tetap perlu dibandingkan dengan data pengamatan dan model pembentukan planet yang telah dikembangkan sebelumnya. Tidak ada satu temuan yang secara otomatis dapat menjelaskan seluruh proses pembentukan Tata Surya.

Melalui misi MMX, para ilmuwan berharap dapat mempersempit kemungkinan mengenai asal-usul Phobos dan Deimos. Sampel yang direncanakan tiba di Bumi pada 2031 berpotensi menjadi sumber informasi penting untuk menelusuri sejarah Mars sekaligus memahami lebih jauh evolusi Tata Surya sejak masa awal pembentukannya.

Sumber: European Space Agency (ESA), Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), NASA, Space Science Reviews



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *