
PENGAMANAN di sekitar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang di Jalan Suratmo diperketat menjelang sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa Bupati Pati nonaktif, Sudewo, pada Rabu (21/10). Ribuan personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi kedatangan massa pendukung dalam jumlah besar.
Berdasarkan pemantauan sejak pagi hari, ribuan massa yang merupakan loyalis Sudewo telah memasuki Kota Semarang menggunakan puluhan bus. Rombongan tersebut langsung bergerak menuju arah Pengadilan Tipikor Semarang. Namun, akses kendaraan massa dibatasi hanya sampai beberapa ratus meter dari gedung pengadilan.
Petugas keamanan melakukan penutupan jalan dan pemblokiran sekitar 100 meter dari lokasi persidangan dengan memasang pagar besi. Akibatnya, ribuan massa terpaksa berjalan kaki untuk mendekati area pengadilan. Pihak keamanan juga memberlakukan seleksi ketat, di mana hanya 25 orang pendukung yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung pengadilan.
“Kita lakukan pembatasan akses ke pengadilan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, menyusul kabar kedatangan ribuan pendukung Sudewo yang disebut menyiapkan 60 bus dari Pati,” ujar Juru Bicara PN Semarang, Hadi Sunoto, Rabu (21/10).
Hadi menjelaskan bahwa pembatasan ini dilakukan demi memastikan persidangan berlangsung aman dan tertib. Selain faktor keamanan, kapasitas ruangan sidang yang terbatas tidak memungkinkan seluruh pengunjung masuk secara bersamaan. Pihak pengadilan juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menambah bantuan pengamanan jika situasi membutuhkan.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, sejumlah jadwal persidangan lain yang seharusnya digelar di Pengadilan Tipikor Semarang pada hari ini dipindahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang di Krapyak, Semarang Barat. Sidang vonis Sudewo sendiri dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 WIB.
Secara terpisah, Kepala Seksi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.610 personel gabungan telah disiagakan. Langkah ini diambil berdasarkan estimasi jumlah massa yang mencapai 2.341 orang.
“Kami telah siagakan ribuan petugas keamanan gabungan untuk menjaga agar kondisi jalannya persidangan tetap kondusif,” kata Riki Fahmi Mubarok.
Rincian personel gabungan tersebut meliputi 531 personel Polrestabes Semarang, 1.038 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Jawa Tengah, serta 41 personel dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan. (AS/E-4)
