
TIM gabungan terus bekerja ekstra keras untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Upaya percepatan penanganan dilakukan menyusul laporan bahwa jarak titik api kini semakin dekat dengan permukiman warga, yakni tersisa sekitar dua hingga tiga kilometer.
Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Timur, Muhammad Amrul, menyatakan bahwa posisi api yang kian mendekat menjadi ancaman serius bagi keselamatan penduduk setempat.
“Titik api dilaporkan berada sekitar 2–3 kilometer dari pemukiman warga, ini sangat membahayakan, kami berusaha keras menangani,” ujar Amrul di Surabaya, Selasa (20/10).
Kronologi dan Sebaran Titik Api
Peristiwa karhutla ini pertama kali dilaporkan terjadi pada Jumat (16/10) petang. Berdasarkan pantauan awal, titik api pertama kali muncul di kawasan Puncak Arjuno. Hingga saat ini, petugas di lapangan masih terus memantau pergerakan api guna menentukan langkah pemadaman yang paling efektif.
Selain di Puncak Arjuno, pengamatan petugas menunjukkan adanya titik api di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Amrul menjelaskan bahwa pemantauan juga dilakukan secara digital melalui sistem radar untuk memastikan cakupan area yang terbakar.
“Berdasarkan pantauan dari radar Sipongi saat ini di wilayah Arjuno–Welirang masih terdapat titik api,” jelasnya.
Dampak dan Penutupan Jalur Pendakian
Meski jarak api tergolong dekat dengan area hunian, BPBD melaporkan bahwa aktivitas harian masyarakat di sekitar lereng gunung sejauh ini belum terdampak secara langsung. Amrul juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Terkait kerugian materil dan kerusakan ekosistem, pihak berwenang masih melakukan penghitungan di lapangan. “Luas area terbakar masih dalam pendataan petugas,” tambah Amrul.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, otoritas terkait telah memutuskan untuk menutup sementara seluruh jalur pendakian di Gunung Arjuno-Welirang. Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunggu situasi benar-benar kondusif dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih fokus pada upaya pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau. Mengenai pemicu munculnya api, pihak kepolisian dan instansi terkait masih melakukan pendalaman.
“Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Amrul.
