Pemberdayaan Perempuan Perdesaan Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Sumarni (tengah), perempuan petani dari Sukoharjo, Jawa Tengah, bangkit mengembangkan usaha palawija berkat dukungan pembiayaan Amartha. Kini, jerih payahnya mampu menopang ketahanan pangan keluarga dan biaya pendidikan anak.(Dok. Amartha)

PEREMPUAN memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, baik melalui kegiatan produksi pertanian maupun distribusi hasil pangan. Namun, keterbatasan akses permodalan, literasi digital, serta dampak perubahan iklim masih menjadi tantangan bagi perempuan yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dan usaha pangan di perdesaan.

Data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menunjukkan perempuan menyumbang sekitar 41% tenaga kerja pertanian global. Sementara itu, di Indonesia, sekitar 14,8 juta perempuan bekerja di sektor pertanian dalam arti sempit hingga Februari 2025, mencakup budi daya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan perdesaan untuk memperkuat produktivitas sekaligus menopang perekonomian keluarga.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Amartha Financial melalui penyediaan pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perdesaan, termasuk perempuan yang bergerak dalam rantai pangan.

Sepanjang 2025, hampir 30% mitra Amartha tercatat bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Dukungan pembiayaan tersebut disertai pendampingan usaha dan upaya memperluas akses pasar.

Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan, mengatakan penguatan ekonomi perempuan perdesaan memerlukan dukungan yang tidak terbatas pada penyediaan modal usaha.

“Melihat potensi yang ada, Amartha konsisten memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, serta memberikan kesempatan untuk memperluas akses pasar bagi para perempuan di perdesaan,” ujar Andi dalam keterangannya, Senin (19/10).

Menurutnya, dukungan pembiayaan dan pendampingan yang dilakukan perusahaan telah membantu hampir 99 ribu mitra di perdesaan membuka lapangan kerja baru.

“Dukungan permodalan dan pendampingan yang kami lakukan berhasil mendukung hampir 99.000 mitra di perdesaan untuk membuka lapangan kerja baru, 97% dari total lapangan kerja baru tersebut diisi oleh perempuan,” katanya.

Upaya tersebut sejalan dengan momentum Hari Perempuan Perdesaan Internasional yang diperingati setiap 15 Oktober untuk menyoroti kontribusi perempuan terhadap pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.

Manfaat akses pembiayaan bagi perempuan perdesaan antara lain terlihat dari pengalaman Sumarni, petani palawija asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sumarni telah menekuni usaha pertanian palawija selama lebih dari tujuh tahun. Sebelumnya, ia sempat membudidayakan melon, tetapi menghadapi keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha.

Setelah bergabung menjadi mitra Amartha sekitar lima tahun lalu, Sumarni memperoleh pembiayaan yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan usaha pertaniannya.

“Berkat modal dari Amartha, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha palawija ini. Kebanyakan pembeli tinggal di sekitar rumah, jadi mereka bisa langsung membeli hasil panen. Saya bisa mendapat penghasilan hingga Rp500.000 setiap dua hari, terutama saat harga sedang bagus,” ungkap Sumarni.

Penghasilan dari usaha tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga sekaligus membiayai pendidikan anaknya.

Meski harus melakukan pekerjaan fisik seperti mencangkul, memupuk, dan mengolah lahan, Sumarni tetap menjalankan usaha pertanian yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Pengalaman serupa datang dari Mariani, perempuan pembudidaya rumput laut asal Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.

Mariani memulai usaha sekitar empat tahun lalu dengan menjemur rumput laut dalam jumlah terbatas di belakang rumah. Dalam menjalankan usahanya, ia menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca, pasang surut air laut, serta pendapatan yang tidak selalu stabil.

Setelah memperoleh pembiayaan dan pendampingan dari Amartha, Mariani dapat memperluas area budi daya sehingga produksi dan pendapatannya meningkat.

“Usaha rumput laut ini membantu saya menyekolahkan anak-anak, bekal masa depan mereka. Pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membuat produksi usaha saya bisa terus berkembang dan pendapatan meningkat,” ujar Mariani.

Perkembangan usaha tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Mariani kini melibatkan sejumlah tetangga, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, untuk membantu proses panen dan penjemuran rumput laut.

Selain pembiayaan produktif, Amartha menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat di bawah naungan Amartha.org.

Salah satu programnya diarahkan untuk mendukung pemulihan ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Program tersebut mencakup pemulihan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian bagi lebih dari 900 kepala keluarga atau hampir 3.000 jiwa.

Dukungan juga diberikan melalui penyediaan ternak sapi untuk menunjang produksi kompos yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian.

“Dengan pulihnya irigasi, lahan pertanian mulai kembali produktif. Kami berharap upaya ini dapat memulihkan perekonomian sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bangkit kembali,” kata Andi.

Program pemulihan turut mencakup pelatihan tata kelola organisasi, manajemen keuangan, produksi, serta pemasaran bagi kelompok tani dan UMKM penyintas bencana.

Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memulihkan kegiatan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian setelah bencana.

Andi menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan perdesaan memerlukan ekosistem pendukung agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Pemberdayaan perempuan perdesaan bukan hanya sebatas memberikan akses permodalan, melainkan tentang membangun ekosistem berkelanjutan agar mereka dapat terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Amartha menyatakan telah menyalurkan lebih dari Rp47 triliun modal usaha kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *