Studi Ungkap Efek Semaglutide terhadap Lemak Hati
Studi terbaru mengungkap 88,5% peserta obesitas dengan lemak hati berlebih mencapai kadar normal setelah 72 minggu pengobatan.(Dok. Magnific)

SEBANYAK 23 dari 26 peserta obesitas dengan kadar lemak hati berlebih mencapai kadar lemak hati normal setelah 72 minggu menggunakan semaglutide, obat yang dikenal dengan merek Wegovy. Temuan ini berasal dari analisis tambahan studi STEP UP yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2026 di Milan, Italia.

Dilansir Medical Daily, hasil tersebut menunjukkan 88,5% peserta dengan kadar lemak hati awal di atas 5% mengalami penurunan hingga di bawah ambang tersebut.

Rata-rata kadar lemak hati peserta dalam kelompok yang dianalisis juga turun dari 8,8% menjadi 3,1% setelah 72 minggu pengobatan.

Analisis ini melibatkan sebagian peserta studi STEP UP yang meneliti penggunaan semaglutide pada orang dewasa dengan obesitas tanpa diabetes.

Kadar Lemak Hati Turun setelah 72 Minggu

Pengukuran kadar lemak hati dilakukan terhadap 55 peserta menggunakan metode magnetic resonance imaging-proton density fat fraction (MRI-PDFF), yakni teknologi pencitraan untuk memperkirakan kandungan lemak dalam hati.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 peserta memiliki kadar lemak hati di atas 5% pada awal penelitian. Setelah 72 minggu, sebanyak 23 peserta atau 88,5% tercatat memiliki kadar lemak hati di bawah 5%.

Data tersebut merupakan gabungan hasil penggunaan semaglutide dosis 7,2 miligram dan 2,4 miligram. Hasil penelitian yang dilaporkan belum merinci perubahan kadar lemak hati berdasarkan masing-masing dosis.

Meski demikian, angka 88,5% hanya berlaku pada kelompok peserta yang sejak awal memiliki kadar lemak hati berlebih, bukan seluruh peserta penelitian ataupun pengguna Wegovy secara umum.

Hasil Studi Masih Perlu Penelitian Lanjutan

Medical Daily melaporkan bahwa temuan tersebut berasal dari analisis post hoc yang bersifat eksploratif. Artinya, analisis dilakukan terhadap data yang telah tersedia dan bukan merupakan tujuan utama penelitian yang ditetapkan sejak awal.

Selain jumlah peserta yang terbatas, laporan tersebut belum menyajikan perbandingan hasil pengukuran lemak hati dengan kelompok plasebo.

Karena itu, besarnya penurunan kadar lemak hati yang secara khusus disebabkan oleh penggunaan semaglutide belum dapat dipastikan dari data yang dilaporkan.

Penurunan kadar lemak hati juga tidak otomatis menunjukkan kesembuhan penyakit hati. Perbaikan kadar lemak belum tentu disertai pemulihan peradangan, kerusakan jaringan, atau penurunan risiko komplikasi jangka panjang.

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan penumpukan lemak hati adalah metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH), yaitu kondisi yang ditandai penumpukan lemak, peradangan, dan kerusakan sel hati.

Namun, analisis STEP UP berbeda dari penelitian yang secara khusus mengevaluasi pengobatan MASH sehingga hasilnya tidak dapat langsung disamakan.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah penurunan kadar lemak hati pada pengguna semaglutide turut memberikan manfaat klinis jangka panjang, termasuk terhadap peradangan dan kerusakan jaringan hati.

Hasil penelitian ini juga tidak dapat dijadikan dasar untuk menggunakan Wegovy atau mengubah dosis pengobatan tanpa pengawasan tenaga medis. (Medical Daily/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *