Akademisi UI Tegaskan Pentingnya Pemenuhan Gizi Lansia Saat Bencana
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Universitas Indonesia (UI) mendorong penguatan perlindungan dan pemenuhan gizi kelompok lanjut usia (lansia) saat terjadi bencana alam, khususnya ancaman tanah longsor. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat lansia kerap mengalami penurunan kesehatan hingga risiko malnutrisi tinggi akibat terputusnya akses bahan pangan, air bersih, serta pelayanan medis di tempat pengungsian.

Dosen Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI (MMB SPPB UI), Fatmah, menyelenggarakan Program Manajemen Gizi Bencana Longsor bagi Lansia di Posyandu Lansia Melati RW 010, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut melibatkan 21 peserta yang terdiri atas pengurus dan relawan Alzheimer Chapter Depok, kader posyandu lansia, serta pengurus RT dan RW setempat.

“Dalam situasi bencana, pemenuhan kebutuhan gizi lansia tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan. Makanan harus aman, bergizi, mudah dikonsumsi, dan sesuai dengan kondisi kesehatan lansia,” ujar Fatmah melalui keterangannya, Senin (19/10/2026).

Fatmah menguraikan bahwa proses penuaan, penurunan nafsu makan, gangguan mengunyah atau menelan, hingga keterbatasan mobilitas menjadikan lansia memiliki kebutuhan yang spesifik saat kedaruratan. Kondisi tersebut kian kompleks bagi lansia yang mengidap penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Edukasi difokuskan pada keterampilan praktis mencakup perencanaan kebutuhan pangan, pengelolaan dan keamanan makanan, identifikasi risiko dehidrasi, serta penanganan khusus lansia dengan gangguan fisik melalui metode presentasi, video pembelajaran, dan diskusi interaktif.

Ke depan, materi manajemen gizi bencana ini akan diintegrasikan secara berkesinambungan ke dalam kelas lansia Yayasan Alzheimer Chapter Depok di kecamatan-kecamatan lain di seluruh Kota Depok.

Inisiatif pengabdian masyarakat UI ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, UI mendorong penanggulangan bencana yang lebih inklusif di mana kesiapsiagaan bencana tidak hanya sebatas penentuan jalur evakuasi dan tempat pengungsian, melainkan menjamin ketercukupan gizi dasar kelompok rentan secara berkelanjutan.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *