Sidrap Masih Berstatus Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla hingga 1 November 2026
Petugas Manggala Agni Sumatera IV Daops Pekanbaru melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Minggu (20/7/2025).(ANTARA/Hadly V)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian termasuk di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Terlebih Pemkab masih menetapkan status keadaan darurat bencana kekeringan serta karhutla hingga 1 November 2026.

Pada Minggu (18/10) di Sidrap masih terjadi karhutla, yang mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang melakukan asesmen dan dokumentasi, serta meninjau lokasi untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Kabupaten ini pun, masih berada dalam perpanjangan status keadaan darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan berdasarkan Keputusan Bupati Sidenreng Rappang Nomor 247/IX/Tahun 2026. 

“Status tersebut berlaku selama 60 hari, terhitung mulai 3 September hingga 1 November 2026, ” kata Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, Senin (19/10).

Ia mengaku, pihaknya terus memantau laporan-laporan yang masuk dari warga, utanya juga yang mengalami kekeringan, semua kita beri perhatian khusus.

Imbau Masyarakat

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas ke permukiman maupun area sekitarnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api,” ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Dengan masih berlakunya status darurat di Sidrap hingga 1 November 2026, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah karhutla meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *