
DUEL sarat gengsi akan tersaji saat Paris Saint-Germain (PSG) menjamu Barcelona pada laga ketiga fase grup Liga Champions 2026/2027 di Parc des Princes, Rabu (21/10) dini hari pukul 02.00 WIB. Sebagai juara bertahan, PSG berambisi menjaga dominasi di Eropa tetapi Barcelona datang dengan modal performa impresif dan siap memberikan perlawanan sepadan.
Kualitas serangan kedua tim yang sama-sama mematikan akan menjadi faktor penentu. PSG memiliki Ousmane Dembele yang tampil tajam sedangkan Barcelona mengandalkan kreativitas Lamine Yamal untuk menembus pertahanan tuan rumah. Duel kedua tim akan menjadi ujian kekuatan dua kandidat kuat dalam persaingan juara Liga Champions musim ini.
Kedua tim mengawali fase grup dengan hasil sempurna setelah memenangi dua pertandingan pertama. PSG saat ini memimpin klasemen sedangkan Barcelona membayangi di posisi kedua. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memperkuat posisi dalam persaingan menuju babak berikutnya.
PSG memiliki keuntungan bermain di kandang dan catatan tiga kemenangan beruntun atas Barcelona. Meski mengawali musim di kancah domestim dengan performa yang belum stabil, tim asuhan Luis Enrique mulai menunjukkan peningkatan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kemenangan 4-2 atas Manchester City pada partai Liga Champions sebelumnya menjadi modal penting bagi Les Parisiens. Dembele tampil menonjol dengan mencetak satu gol dan menyumbang satu assist. Penyerang asal Prancis itu kembali diharapkan menjadi motor serangan untuk membongkar pertahanan Barcelona.
Namun, PSG tidak bisa menganggap lawan sebagai tim yang mudah ditaklukkan. Barcelona asuhan Hansi Flick sedang berada dalam tren positif dengan 13 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Pada pertandingan Liga Champions sebelumnya, Blaugrana bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Galatasaray 4-1.
Catatan tersebut menunjukkan Barcelona memiliki daya saing untuk menghadapi tekanan, termasuk ketika bermain di kandang lawan. Mereka juga mempunyai sejumlah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan, terutama Yamal yang terus menunjukkan perkembangan sebagai andalan di lini serang.
Pelatih PSG Luis Enrique menegaskan kesiapan mental menjadi salah satu faktor penentu dalam pertandingan besar. Dia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemain untuk menjaga konsistensi tim.
“Mentalitas sangat penting dalam pertandingan seperti ini. Untuk meraih target yang kami inginkan, kami membutuhkan seluruh pemain dan harus siap bersaing dalam setiap pertandingan, apa pun situasinya,” kata Enrique seperti dikutip laman klub.
Di kubu Barcelona, Yamal menjadi pemain yang patut diwaspadai tuan rumah. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak satu gol dan memberikan satu assist ketika Barcelona menang 5-2 atas Real Betis dalam lanjutan La Liga. Dia juga menyumbang dua assist saat menghadapi Galatasaray di Liga Champions.
Flick memberikan apresiasi tinggi terhadap performa dan sikap pemain muda tersebut. Yamal potensial tampil istimewa ketika berada dalam kondisi terbaik.
“Bagi saya, saat ini dia adalah pemain terbaik di dunia. Saya sangat senang dengan penampilannya. Sikapnya luar biasa dan ketika berada dalam kondisi 100%, performanya sangat istimewa,” kata Flick seperti dikutip Diario AS.
Meski memiliki kekuatan di lini serang, Barcelona menghadapi persoalan serius di sektor pertahanan. Eric Garcia dan Jules Kounde dipastikan absen saat menghadapi PSG akibat cedera yang dialami ketika melawan Real Betis.
Garcia mengalami cedera paha dan diperkirakan menepi hingga empat pekan dan terancam melewatkan pertandingan El Clasico melawan Real Madrid pada akhir pekan. Sementara itu, Kounde mengalami keseleo pergelangan kaki dan kondisinya akan dievaluasi menjelang laga melawan Madrid.
Absennya kedua pemain tersebut membuat Flick kehilangan dua opsi yang biasa mengisi posisi bek kanan. Namun, Barcelona masih dapat mengandalkan Joao Cancelo, Xavi Espart, atau Alejandro Balde untuk menempati posisi itu.
Sementara itu, Andreas Christensen juga masih absen akibat cedera paha. Dengan kondisi tersebut, Pau Cubarsi dan Gerard Martin menjadi dua bek tengah yang tersedia untuk menghadapi PSG. Situasi ini berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan tuan rumah untuk menekan pertahanan Blaugrana.
Flick juga harus mempertimbangkan jadwal padat Barcelona. Setelah bertandang ke Paris, mereka akan menghadapi Madrid dalam laga El Clasico. Pelatih asal Jerman itu dihadapkan dilema untuk memastikan susunan pemain karena laga kontra PSG dan Madrid sarat gengsi.
“Hal terpenting adalah menang dan terus melangkah. Kita lihat nanti siapa saja 11 pemain yang akan menjadi starter,” kata Flick. (Dhk/I-1)
