Misi MMX Jepang Meluncur: Berburu Sampel Bulan Mars Phobos untuk Dibawa ke Bumi
Misi MMX siap meluncur untuk mengambil sampel dari Phobos, bulan milik Mars. Laga bersejarah ini berpeluang mengungkap misteri asal-usul bulan Mars.(JAXA)

SEBUAH misi antariksa ambisius dijadwalkan meluncur pada Senin dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang. Misi ini bertujuan mengumpulkan sampel materi dari Phobos, salah satu bulan milik Mars, untuk dibawa pulang ke Bumi.

Jika berhasil, misi bertajuk Mars Moons Exploration (MMX) yang dipimpin Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) ini akan menjadi sejarah baru sebagai pengambilan sampel pertama dari Mars atau bulan-bulannya yang berhasil dianalisis di laboratorium Bumi. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober pukul 04.41 waktu setempat, dan wahana antariksa tersebut diperkirakan tiba di Phobos pada Agustus 2027.

Profesor Sara Russell dari Natural History Museum, yang menjabat sebagai wakil analisis sampel MMX, menyampaikan antusiasmenya terhadap proyek ini.

“Belum ada misi yang berhasil pergi ke Phobos dan membawa kembali sedikit bagiannya ke Bumi,” ujar Russell. “Saya pikir ini adalah misi yang sangat ambisius dan menyenangkan.”

Di tata surya bagian dalam, hanya ada tiga bulan: Bulan milik Bumi, serta Phobos dan Deimos yang mengorbit Mars. Berbeda dengan Bulan Bumi, Phobos dan Deimos berukuran sangat kecil, Phobos berdiameter sekitar 20 kilometer dan Deimos sekitar 10 kilometer, serta memiliki bentuk tak beraturan yang menyerupai kentang.

Tantangan Mendarat di Phobos

Dalam perjalanannya, wahana MMX terlebih dahulu akan mempelajari Deimos sebelum berfokus ke Phobos. Di Phobos, MMX berencana menerjunkan sebuah rover kecil untuk menjelajahi medan, sebuah tugas yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Bulan itu sendiri tidak memiliki banyak gravitasi,” kata Russell. “Namun, bulan itu berada di sebelah planet sangat besar yang memiliki gravitasi jauh lebih tinggi, dan hal itu membuatnya jauh lebih sulit untuk mendaratkan rover ke permukaannya.”

Rover tersebut akan memetakan lokasi pendaratan agar wahana utama MMX dapat menyusul mendarat. Setelah mendarat, wahana akan menyiagakan lengan robotik dan dua alat pengambil sampel untuk menyedot debu Phobos.

Sampel seberat 10 gram tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kapsul kecil yang dijadwalkan kembali ke Bumi pada 2031 dan mendarat di gurun Woomera, Australia Selatan.

Dr. Chrysa Avdellidou dari Leicester University menegaskan jumlah sampel yang kecil sudah cukup untuk kebutuhan penelitian ilmiah.

“Jumlahnya memang sangat kecil,” ungkap Avdellidou. “Namun kami dapat melakukan beberapa penelitian bahkan pada butiran-butiran individual… Anda tidak perlu membawa kembali berbobot kiloan dari permukaan untuk melakukan sains. Jadi ini sangat berharga di setiap gramnya.”

Mengungkap Misteri Asal-Usul Bulan Mars

Para ilmuwan berharap sampel ini dapat memecahkan dua hipotesis utama asal-usul bulan Mars: apakah Phobos dan Deimos terbentuk dari puing-puing tabrakan batu angkasa dengan Mars, ataukah keduanya merupakan asteroid melintas yang terperangkap oleh gravitasi Planet Merah tersebut.

“Saat kami mendapatkan sampelnya kembali, kami akan dapat melihat secara detail kimia dan komposisi mineralnya, dan kedua hipotesis tersebut akan menghasilkan hasil yang sangat berbeda,” jelas Russell. “Seharusnya akan langsung terlihat jelas.. apakah itu hasil dari benturan dramatis atau asteroid yang tertangkap. Jadi kita akan mengetahuinya dengan sangat cepat.”

Selain itu, sampel tersebut berpotensi membawa bonus lain berupa butiran materi asli dari permukaan Mars yang terlempar ke Phobos akibat hantaman benturan di masa lalu. Hal ini akan memberikan data langsung mengenai sejarah dan komposisi Mars.

Hingga saat ini, material Mars di Bumi hanya berasal dari meteorit langka yang rentan terkontaminasi oleh udara, debu, dan air Bumi. Oleh karena itu, para ilmuwan sangat mendambakan sampel murni yang diambil langsung dari ruang angkasa. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *