
TIM SAR gabungan memperluas area pencarian hingga 50 mil laut dengan mengerahkan 226 personel untuk menemukan Veronica Beatrix Jessica (23), korban tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Memasuki hari kelima pencarian, Sabtu (17/10), tim SAR mengoptimalkan penggunaan sonar bawah air dan kendaraan robotik ROV. Namun, hingga operasi dihentikan sementara, keberadaan korban maupun bangkai kapal belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa operasi SAR hari kelima melibatkan 226 personel dari berbagai unsur SAR gabungan.
Pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan penggunaan peralatan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di permukaan maupun dasar laut.
”Operasi dimulai pukul 06.00 WITA dengan pengarahan serta pemeriksaan kesiapan personel dan peralatan. Selanjutnya, tim dibagi ke dalam sembilan Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sejumlah sektor pencarian,” jelas Fathur.
Fathur menjelaskan bahwa pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan laut menggunakan sejumlah kapal dan perahu. Tim RIB Pos SAR Manggarai Barat bersama keluarga korban juga menyisir perairan sekitar Pulau Padar Utara, Pulau Serai, dan Pulau Mawan.
Selain penyisiran permukaan, tim SAR mengoptimalkan pencarian bawah air dengan mengerahkan sonar multibeam milik Distrik Navigasi Kupang, side scan sonar Koarmada II TNI AL, serta Remotely Operated Vehicle (ROV) milik PT Famindo.
”Pada pukul 09.00 WITA, tim sonar multibeam Distrik Navigasi Kupang melakukan pemeriksaan di perairan antara Pulau Tatawa Besar dan Pulau Siaba Besar. Pencarian dilakukan pada kedalaman sekitar 47 hingga 100 meter,” kata Fathur.
Pada waktu yang sama, tim side scan sonar Koarmada II TNI AL menyisir perairan Pulau Siaba Besar hingga ke arah timur pulau tersebut. Pemeriksaan berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WITA pada kedalaman mencapai 80 meter.
Menurut Fathur, pemeriksaan menggunakan perangkat sonar tersebut belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan bangkai KM Feronia maupun korban.
Pencarian kemudian dilanjutkan menggunakan ROV milik PT Famindo. Pada pukul 10.00 WITA, tim RIB Pos SAR Manggarai Barat bersama keluarga korban mengoperasikan perangkat tersebut di perairan antara Pulau Tatawa Kecil dan Batu Bolong hingga kedalaman sekitar 80 meter.
Penggunaan peralatan bawah air menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pemeriksaan, terutama pada area yang sulit dijangkau melalui penyisiran permukaan laut.
Pencarian menggunakan side scan sonar kembali dilakukan pada pukul 13.00 hingga 17.30 WITA di perairan utara Pulau Rinca, dengan kedalaman mencapai 80 meter. Namun, hasil pemeriksaan tersebut juga belum menemukan indikasi keberadaan bangkai kapal maupun Jessica.
Jaket Pelampung Ditemukan
Di tengah operasi pencarian, tim SAR gabungan yang menggunakan kapal Red Whale II menemukan sebuah jaket pelampung di perairan Pulau Padar pada pukul 09.17 WITA.
Fathur menjelaskan bahwa jaket pelampung tersebut diduga berkaitan dengan KM Feronia. Temuan itu dicatat sebagai bagian dari perkembangan operasi SAR hari kelima untuk mendukung evaluasi dan perencanaan pencarian berikutnya.
Meski demikian, temuan jaket pelampung tersebut belum memastikan lokasi korban maupun bangkai kapal.
Hingga pukul 18.00 WITA, pencarian melalui penyisiran permukaan laut, sonar multibeam, side scan sonar, dan ROV belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kemudian kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk melaksanakan debriefing dan mengevaluasi pelaksanaan operasi.
Fathur mengatakan operasi SAR hari keenam dijadwalkan kembali berlangsung pada Minggu (18/10) mulai pukul 06.00 WITA. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian dengan mengoptimalkan pengerahan personel, memperluas area penyisiran, serta memanfaatkan peralatan pendukung bawah air.
Kronologis
KM Feronia merupakan kapal wisata tradisional jenis pinisi dengan bobot 51 gross tonnage (GT). Kapal tersebut mengalami kecelakaan pada Selasa (13/10) sekitar pukul 14.30 WITA di perairan Pulau Tatawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat.
Kapal bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 WITA. Dalam perjalanan, kapal dilaporkan mengalami kecelakaan setelah menghadapi pusaran arus laut hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Sebanyak 30 orang berada di atas kapal, terdiri atas lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang. Dari jumlah tersebut, 29 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan satu orang, Veronica Beatrix Jessica (23), warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai dive master, masih dalam pencarian. (MM)
