Krisis Air Bersih Meluas di PPU dan Sekitar IKN, Tim Gabungan Gencarkan Distribusi
Pendistribusian air bersih kepada warga PPU akibat krisis air berkepanjangan.(Doc BPBD PPU)

KRISIS air bersih akibat kemarau panjang masih berlanjut dan kian dirasakan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, instansi terkait dan relawan terus melakukan aksi penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Penyaluran difokuskan di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan paling parah dan sesuai permintaan di empat Kecamatan yakni Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku sekitar IKN. Warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila menuturkan, pihaknya terus memperketat aksi kemanusiaan melalui kegiatan pendistribusian air bersih bagi masyarakat serta fasilitas umum yang membutuhkan. 

“Kegiatan itu, melibatkan sinergi lintas instansi guna memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap terpenuhi di tengah tantangan ketersediaan air saat ini,” sebutnya.

Berdasarkan laporan rangkaian kegiatan yang dihimpun dari lapangan, lanjutnya, selama lima hari terakhir sejak 10 hingga 16 Oktober 2026, dan pendistribusian air bersih dilaksanakan secara berkala di berbagai titik di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku.

Ia mengungkapkan, pendistribusian air bersih pada Sabtu (10/10/2026) dilakukan di Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku wilayah IKN. Dengan lokasi sasaran warga di RT. 01 hingga RT. 08, serta fasilitas umum yakni di SDN 022 Desa Karang Jinawi dan Masjid Baiturahman RT. 05.

“Total air bersih yang berhasil disalurkan mencapai 10 trip atau 53 ribu untuk dua fasilitas umum. Pengambilan air dilakukan di Intake Sepaku dan Waduk KM. 7 menggunakan armada truk tandon PT. Itci Hutani Manunggal (IHM),” tukansya.

Sementara tim dan unit di lapangan melibatkan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) BPBD PPU kerahkan satu unit mobil tangki, PT. IHM satu unit truk tandon, Kepala Desa dan aparat desa, serta warga.

Aksi selanjutnya dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) berupa distribusi air untuk fasilitas umum di Kecamatan Penajam. Lokasi sasaran yakni Masjid Al Muhajirin dan Masjid Darul Muna di Kelurahan Penajam.

“Di tempat itu kami mendistribusikan air bersih langsung menyasar tandon-tandon masjid dengan total 2 trip atau setara dengan 10 ribu liter yang diambil dari penampungan pembibitan Disperkimtan PPU

Dibeberkannya, kemudian pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Sesi pertama disalurkan air bersih di Kelurahan Penajam dan Kelurahan Gunung Seteleng. Lokasi sasaran warga di RT. 08, RT. 14, RT. 15, dan Kantor Kelurahan Penajam. Sedangkan di Gunung Seteleng pada Gereja Katolik ST. Maria Fatima Penajam.

“Diduga lokasi itu total air bersih yang didistribusikan mencapai 7 trip atau 38.500 liter serta menjangkau 2 fasilitas umum. Pengambilan air bersumber dari penampungan air pembibitan Disperkimtan,” tuturnya.

Sementara itu, pada aksi pada Selasa, 13 Oktober 2026 Sesi kedua dilaksanakan di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku wilayah IKN. Lokasi sasaran warga Desa Bukit Raya RT. 03, RT. 04, RT. 05, RT. 06, RT. 07 dan RT. 11, serta fasilitas umum Masjid Al Muhajirin RT. 05 dan Musholla Al Muhajirin RT. 03. Sebanyak 13 trip atau 55 riibu 000 liter air bersih, sumber air diambil langsung dari Intake Sepaku.

“Tim da unit di lapangan berkolaborasi melibatkan BWS Kalimantan IV Samarinda satu unit mobil tangki, PUPR PPU satu unit mobil tangki, Otorita IKN satu unit mobil tangki, BPBD PPU satu unit mobil operasional. Dan mendapat dukungan personel dari Intake Sepaku, Kepala Desa beserta aparat desa, serta warga,” ujar Nurlaila.

Aksi serupa juga dilakukan pada Rabu14 Oktober 2026 di Kelurahan Penajam terhadap warga RT. 27 serta fasilitas umum TK/PAUD Cemerlang RT. 27, Kelurahan Penajam. Dengan air bersih disalurkan langsung ke tandon warga dengan total distribusi sebanyak 2 trip sejumlah 11 ribu liter.

“Pada Kamis (15/10/2026) aksi sama kami lakukan di Kelurahan Penajam di SMPN 1 PPU dan RT. 16. Lalu di Kelurahan Gunung Seteleng pada  SLB Negeri PPU Gereja Katolik Paroki Santa Maria dari Fatima serta di Kelurahan Nenang terhadap Masjid Al Ula,” urainya.

Pendistribusian air bersih dilakukan secara langsung ke tandon atau penampungan yang telah disiapkan. Total air bersih yang berhasil didistribusikan mencapai 6 trip atau setara dengan 31 ribu liter.

Nurlaila menegaskan, posko dan tim gabungan akan terus memantau serta merespons cepat setiap kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah PPU guna meringankan beban warga yang terdampak.

“Kami terus droping air bersih setiap hari. Ini kebutuhan vital, jadi harus terus kita salurkan. Setelah mendapatkan permintaan dari pemerintah desa atau kelurahan serta Kecamatan jadi tidak bisa individu,” katanya.

Melanjutkan aksi tanggap tersebut, lanjutnya, pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.57 Wita, jangkauan pendistribusian diperluas hingga ke wilayah perdesaan, meliputi Kelurahan Penajam, Kelurahan Gunung Seteleng, Desa Sidorejo, dan Desa Girimukti.

Sebanyak 85.000 liter air bersih sebanyak 16 trip disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga di lingkungan RT 05, RT 06, RT 09, RT 10, RT 11, dan RT 12 Kelurahan Penajam, serta Gereja Bethel Indonesia RT 05 dan Mushola As-Sidiq di Gunung Seteleng. Fasilitas pendidikan desa seperti SDN 012 PPU di Desa Sidorejo dan SDN 013 PPU di Desa Girimukti juga turut mendapatkan suplai pasokan air bersih.

“Langkah cepat penanganan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi erat antar-instansi teknis di lingkungan Pemkab PPU bersama unsur TNI, Polri dan unsur swasta,” pungkasnya. (EM)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *