
PENERAPAN sistem ganjil genap bagi nomor polisi (nopol) kendaraan dalam antrean BBM pertalite di SBPU di Bali menunjukkan mampu mengurangi panjang antrean secara signifikan. Hal itu terlihat pada hari pertama penerapan ganjil genap, Sabtu (17/10) yang dimulai pukul 06.00 Wita.
Dari pantauan di SPBU di Perumahan Dalung Permai, Kuta Utara, Kabupaten Badung, terlihat panjang antrean sekitar 100 meter dengan dua baris kendaraan sepeda motor. Kondisi ini terlihat baik pada pagi menjelang siang bahkan hingga malam hari.
Panjang antrean ini jauh berkurang dibanding pada beberapa hari sebelumnya yang hampir setiap hari mengular 1 kilometer hingga 2 kilometer meski hanya satu barisan sepeda motor.
“Kalau antrean yang hampir 2 kilometer dengan satu baris motor dijadikan dua baris masih tetap lebih panjang disbanding sekarang yang berkisar 100 meter,” ujar Made Wira, salah seorang yang antre.
Warga lainnya yang nopol kendaraan belum mendapat giliran juga menyambut senang dengan penerapan ganjil genap ini setelah melihat panjang antrean jauh sangat berkurang.
“Nomor DK (nomor polisi Bali) kendaraan saya genap berarti Minggu (18/10) besok dapat giliran,” ujar Widi, warga di Dalung Permai.
Penerapan ganjil genap untuk antrean BBM pertalite di SPBU ini berdasarkan Surat Gubernur Bali Nomor B.21/16673/5/Disnaker.ESDM. Kebijakan ini diberlakukan mulai Sabtu (17/10 hingga Senin (19/10).
Untuk mempercepat dan mengoptimalkan layanan penyaluran BBM kepada masyarakat, pihak Pertamina sudah memastikan sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan di Kabupaten Badung beroperasi 24 jam nonstop.
“Ada 66 SPBU di Kota Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. (RS/E-4)
