Bukit Bedoe Alor Disiapkan sebagai Venue Aeromodelling PON 2028
Panorama Bukit Bedoe di Desa Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/10) petang.(MI/Palce Amalo)

BUKIT Bedoe yang terletak di Desa Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah disiapkan sebagai lokasi pertandingan cabang olahraga Aeromodelling pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Persiapan ini ditandai dengan kunjungan tim technical delegate untuk meninjau kelayakan lokasi.

Tim dari Pengurus Besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (PB KONI) bersama perwakilan cabang olahraga terkait telah melakukan peninjauan lapangan pada Jumat (16/10) petang. Kunjungan ini bertujuan menilai kesiapan infrastruktur dan kondisi geografis Bukit Bedoe sebagai calon venue utama.

Peninjauan Kelayakan Venue

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Arya Sidarta, menjelaskan bahwa rangkaian peninjauan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 15-17 Oktober 2026. Tim menyisir berbagai titik di NTT untuk memastikan fasilitas pertandingan memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

“Perwakilan cabang olahraga datang untuk mengecek kelayakan dan kesiapan venue dari tiap-tiap cabang olahraga. Lokasinya tersebar di berbagai kabupaten,” ujar Arya saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela peninjauan.

Pembagian Disiplin Olahraga Dirgantara

Berdasarkan rencana FASI, terdapat enam disiplin olahraga dirgantara yang akan dipertandingkan pada PON 2028. Sesuai kesepakatan tuan rumah bersama, empat disiplin akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara dua disiplin lain dialokasikan di NTT.

Untuk wilayah NTT, dua disiplin tersebut adalah:

  • Aeromodelling (Air Modeling): Direncanakan berlangsung di Kabupaten Alor.
  • Paramotor: Direncanakan berlangsung di Kabupaten Nagekeo.

Selain Bukit Bedoe, tim evaluasi juga meninjau beberapa lokasi alternatif di Alor, termasuk lapangan mini di pusat kota dan GOR Batu Nirwala. Setiap lokasi dikaji secara mendalam berdasarkan kebutuhan teknis dan luas area yang diperlukan untuk berbagai nomor pertandingan.

Kajian Teknis dan Potensi Perbaikan

Arya mengungkapkan bahwa secara prinsip, beberapa lokasi di Alor memiliki potensi besar untuk digunakan. Namun, ia menekankan perlunya kajian lanjutan terkait luas area, mengingat beberapa nomor lomba dalam Aeromodelling membutuhkan ruang udara dan landasan yang lebih lapang.

“Pada prinsipnya, beberapa nomor lomba sudah bisa dilaksanakan. Namun, ada beberapa yang masih harus dikaji, terutama karena membutuhkan tempat yang sedikit lebih luas,” tambahnya. Ia juga menyebutkan kemungkinan ada perbaikan fasilitas pendukung di lokasi terpilih nanti.

Sebagai informasi, Aeromodelling merupakan disiplin olahraga dirgantara yang menggunakan pesawat model tanpa awak. Arya mengklarifikasi bahwa penggunaan drone masuk dalam kategori ini sejauh digunakan untuk kepentingan olahraga, bukan untuk tujuan komersial, pemetaan, fotografi, maupun militer.

Keputusan final mengenai penetapan Bukit Bedoe sebagai venue resmi masih menunggu hasil evaluasi teknis menyeluruh. Tim akan membahas rekomendasi akhir sebelum menetapkan lokasi mana yang paling layak untuk menggelar pertandingan skala nasional tersebut. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *