Pengusaha Muda Berpeluang Mengerjakan Konstruksi Besar
Kebijakan pemerintah memprioritaskan kontraktor swasta nasional untuk proyek Rp50-100 miliar disambut positif.(Dok. Magnific)

PEMERINTAH yang memprioritaskan kontraktor swasta nasional untuk menggarap proyek konstruksi senilai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar dinilai dapat membuka ruang bagi pengusaha muda untuk meningkatkan skala usahanya. Peluang tersebut juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan usaha dan penyerapan tenaga kerja, terutama jika diikuti kesiapan perusahaan.

Wakil Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi, Temy Hermanto, menyambut positif kebijakan tersebut. Menurut dia, terbukanya akses terhadap proyek dengan nilai lebih besar dapat menjadi kesempatan bagi pengusaha muda di sektor konstruksi untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.

“Pengusaha muda Kota Bekasi dengan usaha di bidang kontraktor konstruksi sangat menyambut baik kebijakan pemerintah ini, karena akan menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru yang akan naik kelas dan akan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru di daerah dan nasional,” ujar Temy Hermanto.

Menurut Temy, kesempatan menggarap proyek dengan nilai puluhan hingga ratusan miliar tidak hanya berkaitan dengan memperoleh pekerjaan. Pengusaha juga dituntut meningkatkan kemampuan perusahaan agar mampu menangani proyek dengan tingkat kompleksitas dan kebutuhan pengelolaan yang lebih besar.

Karena itu, kesiapan manajemen menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Perusahaan harus memiliki pengelolaan keuangan, operasional, sumber daya manusia, serta kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

Temy mengatakan peluang tersebut akan disosialisasikan kepada anggota BPC HIPMI Kota Bekasi agar para pengusaha dapat mempersiapkan diri sebelum mengambil peluang di sektor konstruksi.

“Kebijakan ini juga akan kita sosialisasikan ke seluruh anggota BPC HIPMI Kota Bekasi untuk mempersiapkan kemampuan manajemen dalam menyambut kebijakan yang baik ini,” tegasnya.

Ia menilai peningkatan kapasitas menjadi penting karena proyek dengan nilai besar membutuhkan kemampuan perusahaan dalam mengelola modal kerja, mengendalikan biaya material, menjaga kualitas pekerjaan, hingga memastikan proyek selesai sesuai kontrak.

Selain kemampuan internal, pengusaha juga perlu memahami persyaratan dan mekanisme pengadaan. Peluang proyek tetap harus disesuaikan dengan kualifikasi, kemampuan finansial, kompetensi teknis, serta ketentuan yang berlaku.

Di sektor konstruksi, meningkatnya aktivitas proyek juga dapat berdampak pada usaha lain yang berada dalam rantai pasok. Penyedia material, jasa transportasi, penyewaan alat berat, dan pemasok kebutuhan proyek dapat ikut memperoleh aktivitas ekonomi dari pengerjaan proyek.

Temy menyebut kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan usaha dan membuka lapangan kerja. Namun, menurut dia, peluang yang tersedia tetap perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme pelaku usaha.

“Kesempatan untuk berkembang harus diimbangi dengan kesiapan perusahaan. Pengusaha muda perlu memperkuat kemampuan manajemen agar mampu memanfaatkan peluang yang tersedia secara profesional,” kata Temy.

Ia berharap pengusaha muda di Kota Bekasi tidak hanya melihat kebijakan tersebut sebagai peluang mendapatkan proyek, tetapi juga sebagai dorongan untuk membangun kapasitas perusahaan secara bertahap. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *