
DALAM upaya membekali para siswa dengan pemahaman jurnalistik dan etika berliterasi digital yang berbasis nilai-nilai Keislaman, SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang, Tangerang Selatan, menggelar kegiatan bertajuk “Journalist Day 2026“ pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Menjadi Pelajar Muhammadiyah Bijak Berliterasi, Menebar Syiar Kebaikan Melalui Jurnalistik Islami di Era Digital”.
Berlangsung di Aula Utama serta Ruang Kelas Multimedia, acara ini diikuti oleh 66 siswa yang terdiri dari kelas 7.5 dan 8.5 Multimedia, dengan didampingi 10 guru pendamping. SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang, yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggul Muhammadiyah serta Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus menunjukkan komitmennya sebagai “The Progressive School of Islam” melalui berbagai program inovatif.
Salah satu program unggulannya adalah Kelas Multimedia yang telah berjalan sukses selama dua tahun, membekali kompetensi digital dan penyiaran bagi peserta didik. Selain Multimedia, sekolah ini juga memiliki program kelas unggulan lainnya seperti kelas olimpiade, kelas Tahfizh, dan kelas internasional berbasis Cambridge.
Kegiatan Journalist Day 2026 ini menghadirkan narasumber dari kalangan wartawan profesional. Berdasarkan informasi kegiatan, pemateri yang hadir antara lain Syarief Oebaidillah yang mengisi materi untuk Kelas 8.5, serta Usman Azis sebagai pemateri untuk Kelas 7.5.
Kepala SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang, Ikhsan Saaepul Munir, M.Pd., menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya pelajar Muhammadiyah, dalam menyaring arus informasi di era digital yang dinamis.
“Di era transformasi digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat. Pelajar Muhammadiyah harus mampu menjadi benteng penangkal berita palsu atau hoaks dan konten negatif di media sosial,” ujar Ikhsan dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa melalui prinsip jurnalistik Islami seperti Tabayyun (verifikasi), Siddiq (kejujuran), dan Amanah, siswa tidak hanya dilatih menjadi konsumen media yang kritis, tetapi juga produsen konten positif yang mampu mencerahkan masyarakat.
Ikhsan menjelaskan bahwa tujuan utama dari sesi praktik langsung dalam kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman otentik bagi siswa. “Dengan adanya praktik langsung bertemu para jurnalis senior ini, kami bertujuan agar siswa dapat mengasah keterampilan teknis secara real-time, seperti teknik wawancara, reportase lapangan, pengambilan visual, hingga penyuntingan naskah berita yang akurat dan beretika. Ini bukan sekadar teori, melainkan bekal praktis agar mereka siap menjadi agen informasi yang bertanggung jawab,” tandasnya.
Melalui Journalist Day 2026, sekolah berharap dapat melahirkan generasi muda yang cerdas berliterasi serta mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan syiar kebaikan atau Dakwah Bil Qalam.
Sementara itu, Usman Azis selaku pemateri mengapresiasi inisiatif SMP Muhammadiyah 22 dalam menyelenggarakan acara ini. Ia memuji antusiasme para siswa, namun tetap mengingatkan mengenai tantangan profesi jurnalis yang penuh dengan dinamika suka dan duka di lapangan. (H-2)
