
Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan donor darah menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan darah nasional. Melalui kegiatan bertajuk Gen-Z Berani Donor Darah di Universitas Islam Malang (Unisma), PT Bank Central Asia (BCA) mengajak mahasiswa dan sivitas akademika berpartisipasi dalam aksi sosial yang menyasar kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (14/10) tersebut merupakan kali ketiga BCA menyelenggarakan donor darah di lingkungan kampus. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) UNISMA, kegiatan itu mendapat partisipasi mahasiswa dan sivitas akademika serta berhasil menghimpun ratusan kantong darah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya donor darah secara rutin.
“Kegiatan Gen-Z Berani Donor Darah di Universitas Islam Malang ini merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi sesama sekaligus juga menyehatkan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk menumbuhkan semangat berbagi serta kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya,” kata Hera.
Keterlibatan masyarakat dalam donor darah berkaitan dengan kebutuhan pasokan darah yang harus tersedia untuk mendukung pelayanan kesehatan. Mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dalam keterangan perusahaan, kebutuhan darah ideal suatu negara berada di kisaran 2% dari jumlah penduduk.
Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai 5,6 juta kantong per tahun.
Angka tersebut menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga ketersediaan darah. Meski demikian, kegiatan donor darah perlu dilakukan secara berkelanjutan dan didukung pengelolaan stok yang memadai agar pasokan dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang membutuhkan.
BCA menyatakan telah menjalankan kegiatan donor darah secara rutin bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Berdasarkan data perusahaan, kegiatan yang diselenggarakan sejak 2016 hingga Oktober 2026 telah menghimpun lebih dari 18.000 kantong darah.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi hasil kegiatan donor darah yang digelar BCA selama periode tersebut. Sementara itu, kegiatan di UNISMA menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan.
Program Donor Darah Akan Diperluas ke Lebih Banyak Kampus
Hera mengatakan BCA berencana melanjutkan program Gen-Z Berani Donor Darah ke sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia. Program tersebut dijalankan melalui payung creating shared value (CSV) Bakti BCA, yang mengusung pendekatan kontribusi sosial perusahaan.
Menurut Hera, lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk membangun kebiasaan berbagi dan memperluas kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
“Kami percaya, kontribusi yang sederhana apabila dilakukan bersama-sama dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Kolaborasi dan semangat kepedulian seperti ini dapat terus terjaga dan menghadirkan lebih banyak kebaikan di masa yang akan datang,” pungkas Hera.
Perluasan kegiatan donor darah ke lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat memperbesar partisipasi pendonor muda. Namun, dampak program dalam jangka panjang juga bergantung pada keberlanjutan kegiatan, keterlibatan pendonor secara sukarela, serta koordinasi dengan lembaga yang bertanggung jawab atas pengumpulan dan distribusi darah. (E-3)
