
PIHAK kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti ledakan besar yang mengguncang deretan ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (14/10) malam. Insiden yang terjadi selepas waktu magrib tersebut mengakibatkan belasan orang menjadi korban.
Berdasarkan data penanganan sementara, tercatat sebanyak 13 orang terdampak dalam insiden ini. Rinciannya, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka (empat luka berat dan tujuh luka ringan).
Para korban luka saat ini mendapatkan perawatan medis secara terpisah di tiga fasilitas kesehatan, yakni lima orang di RS Sari Asih, lima orang di RSUD Tangerang Selatan, dan tiga orang di RS Fatmawati.
Kesaksian Pedagang dan Fungsi Ruko
Salah seorang saksi mata yang merupakan pedagang setempat, Darmini, membeberkan fakta terkait fungsi bangunan ruko yang terdampak ledakan tersebut. Menurutnya, ruko itu sebelumnya pernah dipakai dalam skema distribusi program pangan nasional.
“Itu sebetulnya bukan dapur MBG, ya. Itu untuk suplai, suplai buah MBG,” kata Darmini kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/10).
Darmini menambahkan bahwa ruko tersebut memang sempat difungsikan sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), namun operasionalnya tidak berlangsung lama sebelum akhirnya berganti fungsi. Ia juga mengungkapkan bahwa penanggung jawab operasional ruko tersebut turut menjadi salah satu korban jiwa dalam musibah ini.
Sejumlah pedagang di sekitar lokasi kejadian menyatakan dentuman keras terdengar sangat kuat dari arah ruko, meski tidak disusul oleh kobaran api. Hingga saat ini, para warga dan pedagang belum dapat memastikan asal mula sumber ledakan.
Penyelidikan Kepolisian dan Identifikasi Korban
Guna menangani para korban, Tim Dokkes Polda Metro Jaya telah diturunkan untuk memeriksa kondisi seluruh korban luka di tiap rumah sakit. Di sisi lain, proses identifikasi terhadap dua jenazah korban meninggal dunia tengah dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Metro Jaya melalui verifikasi dokumen pendukung dan koordinasi bersama pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti-bukti lapangan guna merangkai kronologi dan memastikan pemicu utama ledakan skala besar tersebut. (Ant/E-4)
