
PEMBANGUNAN konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tersisa 30 persen. Pada awal tahun 2027 ditargetkan PLTS ini bisa beroperasi.
“PLTS awal dibangun sejak 2026. Setelah AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) 5 Januari bergerak, sampai Oktober ini, progres konstruksi 70 persen dari target penyelesaian rencana operasional awal 2027,” kata Permit & ESG Vice Manager PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI), Mochammad Affandi, Rabu (14/10).
PLTS terapung itu seluas 71 hektare atau 3,7 persen dari total luas waduk setempat. Adapun total investasi proyek strategis nasional ini US$90 juta.
Direktur Operasi NGKI, Djauhar Husni menjelaskan progres proyek pada fase perancangan sampai konstruksi peralatan utama mendekati rampung. Sebanyak enam dari delapan unit PV island atau blok panel telah terpasang. Enam pulau PLTS itu, kata dia, memiliki kapasitas maksimum daya listrik 80 MWac dari total 100 MWac.
“Kapasitas menyesuaikan kontur dasar waduk,” ucap Djauhar.
Setelah seluruhnya kelar, lanjut Djauhar, listrik akan dihubungkan ke gardu induk Sutami sejauh sekitar 2 km. Listriknya nanti bakal menerangi sekitar 100.000 rumah tangga dan menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun.
Djauhar mengungkapkan kendati pembangunan PLTS sempat mengalami tantangan setahun mengurus perizinan yang tuntas Agustus 2026, tetapi pengerjaan dikebut sampai akhirnya mencapai target.
“Sekarang perizinan sudah keluar semua setelah mengurus setahun. Target operasional kita usahakan pada Januari 2027,” ujarnya.
Ia menjelaskan kehadiran PLTS terapung di Karangkates Malang selain sebagai proyek strategis energi baru terbarukan, juga wujud kolaborasi dan optimalisasi pemanfaatan aset negara. (H-4)
