Perkiraan Standar Kekayaan Bersih Kelas Menengah Atas di Usia 52 Tahun
Ilustrasi.(Magnific)

MEMASUKI usia 50-an, indikator kesehatan finansial seseorang sering kali bergeser dari sekadar pendapatan bulanan menjadi metrik yang lebih komprehensif, yaitu kekayaan bersih (net worth). Hal ini menjadi krusial seiring dengan semakin dekatnya masa pensiun.

Lantas, berapa angka kekayaan bersih yang dibutuhkan untuk dikategorikan sebagai kelas menengah atas (upper-middle class) pada usia 52 tahun? Berdasarkan tolok ukur dari Federal Reserve, Pew Research, dan Fidelity, berikut gambarannya.

Pendapatan sebagai Tolok Ukur Awal

Pendapatan sering digunakan untuk mendefinisikan kelas sosial. Menurut riset dari Pew Research Center, rumah tangga yang berpenghasilan lebih dari dua kali lipat median pendapatan nasional dianggap sebagai kelompok berpenghasilan atas atau kelas menengah atas.

Merujuk pada data terbaru dari Biro Sensus Amerika Serikat, median pendapatan rumah tangga berada di angka US$83.730. Jika dikonversi ke dalam rupiah (dengan asumsi kurs Rp18 ribu per dolar), angka ini setara dengan sekitar Rp1,5 miliar per tahun. Dengan demikian, untuk dianggap sebagai kelas menengah atas, sebuah rumah tangga perlu menghasilkan sekitar US$167.460 atau setara Rp3 miliar per tahun.

Meskipun angka ini tidak menyesuaikan faktor ukuran rumah tangga atau biaya hidup di wilayah tertentu, data ini memberikan titik awal yang layak untuk evaluasi finansial.

Menghitung Kekayaan Bersih di Usia 52

Pendapatan saja tidak memberikan gambaran utuh tentang keamanan finansial. Aset dan kekayaan bersih menjadi tolok ukur yang lebih akurat. Salah satu panduan yang paling sering dikutip berasal dari lembaga keuangan Fidelity.

Fidelity menyarankan agar seseorang memiliki tabungan sebanyak enam kali lipat dari pendapatan tahunan pada usia 50 tahun dan meningkat menjadi delapan kali lipat pada usia 60 tahun. Karena usia 52 tahun berada di antara dua dekade tersebut, estimasi tabungan yang ideal adalah sekitar 6,4 kali lipat dari gaji tahunan.

Menggunakan contoh pendapatan kelas menengah atas di atas, kekayaan bersih (khususnya dalam bentuk tabungan) yang dibutuhkan untuk mencapai ambang batas tersebut sekitar US$1.071.744 atau sekitar Rp18 miliar.

Catatan Penting: Tolok ukur Fidelity berfokus pada tabungan pensiun, bukan total kekayaan bersih secara keseluruhan. Anda tetap perlu mempertimbangkan aset lain dan kewajiban, seperti utang yang masih berjalan dan ketersediaan uang tunai.

Langkah jika Angka belum Mencapai Target

Jika angka tujuh digit tersebut terasa membebani, penting untuk diingat bahwa itu hanyalah tolok ukur, bukan aturan baku. Fokuslah pada tindakan nyata untuk meningkatkan kekayaan Anda:

  • Prioritaskan Kontribusi Tambahan: Manfaatkan fitur catch-up contributions pada akun pensiun yang biasanya diperbolehkan bagi mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun.
  • Melunasi Utang: Fokus pada pengurangan beban utang agar dana yang sebelumnya digunakan untuk cicilan dapat dialihkan ke tabungan.
  • Evaluasi Personal: Target kekayaan bersih setiap orang berbeda. Sesuaikan tujuan finansial dengan kebutuhan individu dan gaya hidup yang diinginkan saat pensiun nanti.

Pada akhirnya, jumlah kekayaan bersih yang harus dikejar tidak harus sama persis dengan ambang batas kelas menengah atas. Yang terpenting adalah bekerja menuju tujuan finansial yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan masa depan Anda. (Gobankingrates/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *