Dinkes DKI Temukan 40 Ribu Kasus TB
Pemprov DKI Jakarta menggencarkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).(Dok. Media Indonesia)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggencarkan upaya pencegahan kasus tuberkulosis (TB) melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Langkah ini difokuskan pada keluarga atau individu yang melakukan kontak erat dengan penderita TB guna memutus rantai penularan di wilayah ibu kota.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan bahwa pemberian TPT kini dilakukan secara masif. Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan perangkat daerah mulai dari tingkat RT, RW, hingga camat dan lurah untuk mengedukasi masyarakat agar bersedia menerima terapi tersebut.

“Yang paling sekarang sedang masif kami lakukan adalah pencegahannya, dengan memberikan terapi pencegahan terhadap keluarga atau kontak dari penderita TB,” ujar Ani dilansir dari Antara, Rabu (14/10).

Selain pemberian terapi, penemuan kasus TB dalam sebulan terakhir juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Integrasi ini diklaim telah meningkatkan angka penemuan kasus, capaian TPT, serta efektivitas investigasi kontak secara signifikan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, saat ini telah ditemukan sekitar 40.000 kasus tuberkulosis. Namun, angka tersebut masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni sebanyak 68.000 kasus. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 28.000 kasus yang harus ditemukan hingga akhir tahun.

Ani menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh target dari pemerintah pusat pada Desember mendatang. Upaya ini menjadi krusial mengingat Jakarta merupakan salah satu dari lima provinsi dengan prevalensi TB tertinggi di Indonesia.

Merujuk data Kementerian Kesehatan per September lalu, Jakarta menempati peringkat kedua provinsi dengan kasus TB tertinggi setelah Bangka Belitung. Kondisi ini mendorong Pemprov DKI untuk terus memperluas jangkauan deteksi dini dan intervensi medis di seluruh lapisan masyarakat. (Ant/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *