
PEMANFAATAN bahan hayati dalam kegiatan budi daya pertanian menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Penggunaan biostimulan, termasuk yang dikembangkan dari rumput laut, diperkenalkan sebagai upaya membantu petani menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman.
Edukasi mengenai pemanfaatan biostimulan berbasis rumput laut tropis tersebut diberikan kepada 100 petani di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan Zentide di UD Maju Tani itu bertujuan memperkenalkan manfaat serta cara penggunaan biostimulan dalam kegiatan pertanian. Edukasi tersebut menjadi bagian dari pertemuan petani bertajuk Big Farmers Meeting: Gebyar Undian Berhadiah Kaylix.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan memperkenalkan Kaylix, produk biostimulan berbasis rumput laut tropis yang dikembangkan untuk mendukung praktik pertanian regeneratif.
Pendekatan pertanian regeneratif menekankan pentingnya pemulihan kesehatan tanah dan pengelolaan sumber daya pertanian secara berkelanjutan, termasuk melalui upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia pertanian.
Direktur Sales Zentide Ikra Nugraha mengatakan, kegiatan edukasi di Lombok Tengah menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperluas pemahaman petani mengenai praktik pertanian berkelanjutan.
“Untuk mencapai salah satu tujuan Zentide, yaitu membawa pertanian yang berkelanjutan kepada dunia, tentunya perlu dimulai dengan langkah awal. Event Big FM di Kateng, Praya Barat inilah salah satu wujud langkah awal tersebut,” ujar Ikra dalam keterangannya.
Menurutnya, keterlibatan petani menjadi bagian penting dalam memperluas penerapan praktik pertanian yang lebih memperhatikan kondisi tanah dan keberlanjutan produksi.
Hasil pengujian lapangan
Zentide menyatakan produk Kaylix telah melalui lebih dari 150 uji coba lapangan pada lebih dari 40 jenis tanaman hortikultura di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilaporkan perusahaan, penggunaan biostimulan tersebut menunjukkan potensi pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50% per musim dan peningkatan hasil panen hingga 51%.
Meski demikian, hasil penerapan biostimulan dapat berbeda bergantung pada jenis tanaman, kondisi lahan, serta metode budi daya yang digunakan.
Data mengenai metode pengujian dan kondisi penerapannya diperlukan untuk menilai sejauh mana hasil tersebut dapat direplikasi pada berbagai jenis usaha tani.
Selain edukasi, pertemuan petani di Lombok Tengah juga diisi dengan kegiatan undian berhadiah bagi peserta program pembelian Kaylix di UD Maju Tani.
Hadiah yang disediakan antara lain mesin cuci, dispenser air, penyemprot tanaman elektrik, kompor gas, dan kipas angin. Panitia juga menyelenggarakan permainan berhadiah bagi peserta.
Zentide menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta petani di 38 provinsi Indonesia hingga 2030.
Perusahaan teknologi iklim asal Singapura tersebut mengembangkan solusi pertanian berbasis rumput laut tropis dan didukung oleh 100×100, pengembang usaha teknologi iklim di Asia Tenggara.
Melalui perluasan kegiatan edukasi, perusahaan berharap pemanfaatan biostimulan dapat menjadi salah satu pilihan bagi petani dalam mengembangkan praktik budi daya yang lebih berkelanjutan. (E-1)
