Kekeringan dan Krisis Air Bersih di Jawa Barat terus Meluas, Melanda 840 Desa dan Kelurahan
BPBD Subang memberikan bantuan air bersih kepada warga.(Dok BPBD Subang)

KEKERINGAN dan krisis air bersih di Jawa Barat terus meluas. Pekan lalu, kekeringan melanda 783 desa dan kelurahan, meluas pekan ini menjadi 840 desa dan kelurahan. 

Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat menyebutkan meski hujan sudah turun di sejumlah daerah, tapi belum merata. Banyak daerah masih mengalami kekeringan dan krisis air bersih. 

Kekeringan dan krisis air bersih, sampai pekan ini, telah terjadi di 276 kecamatan. Seluruh wilayah Jawa Barat atau 27 kabupaten dan kota telah terdampak. 

“Jumlah warga terdampak mencapai 394.952 kepala keluarga atau 1.294.655 jiwa. Untuk membantu warga terdampak, bantuan air bersih sudah didistribusikan total mencapai 38.695.275 liter, sebanyak 23 juta di antaranya berasal dari BPBD se-Jawa Barat,” tambah Hadi. 

Bantuan air bersih juga didistribusikan oleh PMI, PDAM, Damkar, Polres, BBWS, Kodim, Baznas, Komunitas, dunia usaha, Kementerian PU, Tagana, Lembga dan pemerintah daerah. 

Sementara itu, daerah yang menerima bantuan air bersih terbanyak ialah Kabupaten Bekasi dengn volume 15,8 juta liter, menyusul Kabupaten Bogor sebanyak 7,6 juta liter, Kabupaten Ciamis 3 juta liter, dan Kabupaten Pangandaran 2,3 juta liter. 

Dari sisi jumlah warga terdampak, Kabupaten Bogor berada di urutan teratas dengan 121.855 kepala keluarga atau sebanyak 412.855 jiwa. Kabupaten Bekasi berada di urutan berikutnya dengan jumlah terdmpak 37.982 kepala keluarga atau 112.250 jiwa. 

Sementara di Kabupaten Ciamis, sebanyak 19.146 kepala keluarga atau 53.548 jiwa terdampak kekeringan dan krisis air bersih. Di Kabupaten Tasikmalaya, kekeringan dan krisis air bersih juga dialami 18.787 kepala keluarga atau sebanyak 76.928 jiwa. 

Hadi menambahkan kekeringan berpotensi mempengaruhi aktivitas masyarakat. Selain itu, sektor pertanian juga sangat terdampak. 

“Penanganan kekeringan harus disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kebutuhan setiap daerah yang berbeda. Keterbatasan sumber air  membutuhkan langkah penanganan agar kebutuhan dasar warga terpenuhi,” tandasnya. (SG/E-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *