Berapa Lama Akar Tanaman Terbuka Bisa Disimpan Sebelum Ditanam? Ini Penjelasannya
Ilustrasi(Magnific)

TANAMAN tanpa media tanah atau bare root menjadi pilihan populer bagi para pecinta kebun karena harganya yang relatif terjangkau serta kemudahan dalam proses pengiriman. Namun, kondisi akar yang terbuka tanpa balutan tanah membuat tanaman ini sangat rentan mengalami kekeringan dan kerusakan jika tidak segera ditangani dengan benar.

Lantas, berapa lama sebenarnya tanaman bare root dapat disimpan sebelum akhirnya harus ditanam ke dalam tanah atau pot?

Batas Waktu Penyimpanan Ideal

Para ahli hortikultura menyarankan agar tanaman bare root segera ditanam sesaat setelah tiba di lokasi penanaman. Kendati demikian, apabila kondisi cuaca atau jadwal tidak memungkinkan untuk langsung menanamnya, tanaman ini masih dapat disimpan dalam rentang waktu singkat.

Secara umum, tanaman bare root dapat bertahan disimpan selama beberapa hari hingga maksimal dua minggu, tergantung pada jenis tanaman serta teknik penyimpanan yang diterapkan. Selama masa penundaan tersebut, menjaga kelembapan sistem perakaran menjadi kunci utama agar tanaman tetap hidup dan berada dalam kondisi dorman yang sehat.

Cara Tepat Merawat Akar Sebelum Menanam

Untuk memastikan tanaman tidak mati selama masa penyimpanan sementara, beberapa langkah perawatan khusus perlu dilakukan pada bagian akar:

Menjaga Kelembapan Media Pembungkus: Periksa kondisi bahan pembungkus akar secara berkala. Menurut Ankit Singh, asisten profesor sekaligus edukator hortikultura hias di University of Maine Cooperative Extension, kelembapan media harus terus dipantau secara konsisten.

Tidak Membiarkan Akar Terendam Air: Meskipun akar membutuhkan kelembapan, merendamnya terlalu lama di dalam wadah berisi air justru dapat merusak struktur akar.

“Periksa akar secara berkala. Jika bahan pembungkusnya mengering, basahi sedikit. Jangan biarkan akar terendam di dalam air,” kata Singh.

Langkah Mengatasi Penundaan Menanam yang Lama

Jika proses penanaman permanen harus ditunda lebih dari beberapa hari, pekebun disarankan untuk menerapkan teknik penanganan sementara (heeling in) atau menanamnya terlebih dahulu ke dalam pot sementara.

Melalui metode heeling in, akar tanaman dikubur secara miring di dalam lubang dangkal atau tumpukan kompos lembap untuk melindungi akar dari paparan udara langsung dan suhu ekstrem. Sementara itu, opsi menanam sementara di pot memungkinkan sistem perakaran berkembang secara aman hingga lokasi penanaman permanen siap digunakan.

Dengan memperhatikan tingkat kelembapan serta menghindari perendaman air yang berlebihan, tanaman bare root dapat terjaga kualitasnya dan siap tumbuh optimal saat ditanam di kebun. (Martha Stewart/Z-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *