
TIMNAS Indonesia dipastikan akan ambil bagian dalam ajang bergengsi edisi perdana, Piala Dunia dan Festival U15 FIFA 2026. Berdasarkan pengumuman resmi pada Senin (12/10), skuad Garuda Muda tergabung dalam Grup G yang akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 22 hingga 30 Oktober mendatang.
Dalam grup tersebut, Indonesia akan bersaing dengan lima negara lainnya dari berbagai konfederasi, yakni Bangladesh, Burundi, Fiji, serta dua kekuatan Eropa, Portugal dan Wales. Turnamen ini merupakan inisiatif terbaru FIFA untuk memberikan panggung internasional bagi pemain muda di level usia dini.
Format Unik 8 vs 8 dan Durasi Pertandingan
Berbeda dengan turnamen resmi FIFA pada umumnya, Piala Dunia dan Festival U15 FIFA 2026 mengusung konsep pengembangan bakat yang unik. Pertandingan tidak dimainkan dengan format 11 lawan 11, melainkan menggunakan format 8 vs 8.
Setiap pertandingan akan berlangsung dalam durasi yang lebih singkat, yakni dua babak dengan masing-masing babak selama 20 menit. Aturan ini disesuaikan untuk menjaga intensitas dan memberikan kesempatan bagi pemain kelahiran 2011 atau 2012 untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka. Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 14 pemain dan didampingi oleh enam staf.
Sistem Kompetisi dan Performance Tiers
Turnamen ini dirancang agar setiap tim mendapatkan jam terbang maksimal. Kompetisi dibagi menjadi dua fase utama:
- Babak Kualifikasi: Menggunakan sistem setengah kompetisi (round-robin) di mana setiap tim akan memainkan empat hingga lima pertandingan.
- Fase Turnamen (Performance Tiers): Hasil dari babak kualifikasi akan menentukan posisi tim ke dalam enam tingkatan performa (tiers).
Di fase kedua, setiap tim kembali memainkan empat hingga lima laga tambahan. Pemenang dari Tier A akan dinobatkan sebagai juara utama FIFA U15 World Cup & Festival 2026, namun setiap tingkatan tier lainnya juga akan memiliki pemenang masing-masing.
Kepemimpinan Furqon Alkatiri dan Visi Arsene Wenger
Untuk menghadapi tantangan di Azerbaijan, PSSI menunjuk Furqon Alkatiri sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-15. Mantan pelatih Persija U-20 ini memikul tanggung jawab besar untuk memandu talenta muda Merah Putih beradaptasi dengan atmosfer kompetisi global.
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, menekankan bahwa turnamen ini adalah solusi atas ketimpangan kesempatan bagi talenta muda di seluruh dunia. Menurutnya, bakat bisa muncul dari mana saja, namun akses terhadap kompetisi internasional berkualitas masih sangat terbatas.
Bagi Indonesia, partisipasi ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan investasi jangka panjang untuk mengasah mentalitas dan mengenal beragam gaya sepak bola dunia sebelum para pemain ini naik ke level usia yang lebih tinggi.
| 1. Indonesia | 4. Portugal |
| 2. Bangladesh | 5. Wales |
| 3. Burundi | 6. Fiji |
(Ant/Z-1)
