Kasus Bayi Diberi Telur Mentah, Pakar Kesehatan Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama.(Dok. Antara)

DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menekankan pentingnya penguatan edukasi kesehatan masyarakat guna mencegah praktik pengasuhan berisiko pada bayi. Hal ini merespons kasus viral bayi berusia 24 hari yang meninggal dunia setelah diduga diberi makan telur mentah oleh neneknya.

Tjandra menilai pembangunan fasilitas kesehatan dan penyediaan tenaga medis harus berjalan beriringan dengan upaya promotif dan preventif. Menurutnya, edukasi kesehatan wajib menjadi prioritas agar masyarakat memiliki pengetahuan memadai dalam menjaga kesehatan, terutama dalam pola asuh bayi.

“Kejadian ini kembali menunjukkan bahwa masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pembangunan rumah sakit saja, atau melengkapi alat canggih saja, atau menyediakan dokter spesialis saja,” ujar Tjandra saat dihubungi, Senin (12/10).

Ia menegaskan bahwa upaya promotif dan preventif perlu berjalan bersamaan dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Tjandra menguraikan lima hal yang perlu diperkuat untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pertama, penyuluhan kesehatan harus diselenggarakan secara terstruktur dan terprogram dengan menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media komunikasi.

“Kedua, diperlukan tenaga penyuluh kesehatan yang kompeten hingga tingkat lapangan,” ungkapnya. 

Menurut dia, keberadaan dokter spesialis penting, tetapi petugas penyuluh kesehatan masyarakat juga memiliki peran besar dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga.

“Dokter spesialis bertaraf internasional tentu penting, tetapi petugas penyuluh kesehatan masyarakat di lapangan juga sama pentingnya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan,” ujarnya.

Ketiga, pengetahuan kesehatan perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kegiatan di sekolah dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Dalam pelaksanaannya, materi edukasi harus didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat dan melibatkan ahli sosial serta pihak terkait.

Keempat, fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari klinik, puskesmas hingga rumah sakit, perlu memberikan porsi yang memadai untuk penyuluhan kesehatan. Edukasi dapat dilakukan secara khusus maupun menjadi bagian dari pelayanan ketika tenaga kesehatan menangani pasien.

Kelima, tenaga kesehatan perlu aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media massa, radio, dan televisi.

Tjandra menilai berbagai saluran komunikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pengetahuan yang benar.

 

(H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *