Kerbau Hidup Impor Australia Tiba, Jadi Alternatif Pasokan Protein Hewani
Ilustrasi(Istimewa)

PASOKAN protein hewani di dalam negeri mendapat alternatif baru setelah kerbau hidup jenis water buffalo asal Australia tiba pada Minggu (11/10). Kehadiran ternak tersebut diharapkan dapat menambah pilihan sumber protein hewani di tengah tingginya harga sapi hidup, sekaligus mendukung kesinambungan pasokan dan menjaga stabilitas harga di pasar domestik.

General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), Akhmad Johari, mengatakan kedatangan kerbau hidup dari Australia untuk pertama kalinya menjadi bagian dari pengembangan portofolio bisnis ruminansia perusahaan.

“Ini kali pertama Berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia. Ini merupakan portofolio baru, sehingga tantangan ke depan bagi Berdikari bukan hanya mendatangkan, tetapi juga mengembangkan bisnisnya,” ujar Johari, Senin (12/10).

Menurutnya, diversifikasi pasokan ternak menjadi salah satu langkah untuk merespons dinamika harga di pasar. Kehadiran kerbau diharapkan dapat memperluas pilihan komoditas protein hewani dengan tetap mempertimbangkan efisiensi rantai pasok, keekonomian usaha, dan kebutuhan pasar dalam negeri.

Sebagai BUMN di sektor peternakan, Berdikari menyatakan langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, khususnya dalam penyediaan protein hewani. Tingginya harga sapi hidup menjadi salah satu pertimbangan untuk mencari alternatif pasokan yang dapat menjangkau kebutuhan masyarakat.

“Berdikari sebagai BUMN peternakan mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan sumber protein hewani. Kita tahu harga sapi relatif tinggi,” kata Johari.

Ia menegaskan, kerbau impor tidak dimaksudkan untuk menggantikan sapi maupun produksi peternak lokal, melainkan melengkapi pasokan ternak nasional. Dengan adanya tambahan pilihan komoditas, pasar diharapkan memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani tanpa mengesampingkan peran produksi dalam negeri.

“Dengan Berdikari mendatangkan kerbau, diharapkan harga sumber protein hewani bisa lebih terjangkau,” ujarnya.

Ke depan, Berdikari membidik pengembangan bisnis ruminansia melalui perdagangan ternak dan peningkatan nilai tambah usaha. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang sinergi dengan peternak rakyat, sehingga dapat mendukung produktivitas dan memperluas kesempatan usaha di sektor peternakan. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *